RastraNews.id, Makassar – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar membantah keterlibatannya dalam deklarasi yang mengatasnamakan penolakan terhadap Reformasi Jilid 2.
Melalui pernyataan resminya, BEM FEB Unismuh Makassar menegaskan informasi yang beredar terkait keterlibatan organisasi tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan publik.
Mereka menilai narasi yang mengaitkan BEM FEB Unismuh Makassar dengan deklarasi tersebut dapat mencederai marwah gerakan mahasiswa yang selama ini konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat dan mengawal kebijakan publik.
“BEM FEB Unismuh Makassar tidak pernah terlibat dalam deklarasi tersebut, baik secara institusional maupun secara individual yang mengatasnamakan lembaga,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan, Jumat (19/6).
Sebagai organisasi kemahasiswaan, BEM FEB Unismuh Makassar menegaskan tetap berada pada poros perjuangan dengan fokus mengawal isu-isu kerakyatan serta kebijakan yang berpihak kepada masyarakat luas.
Selain itu, mereka mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tetap kritis, objektif, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam pernyataannya, BEM FEB Unismuh Makassar juga menyinggung narasi “Kami Masih Waras” sebagai bentuk penegasan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap berlandaskan akal sehat, integritas moral, dan keberpihakan kepada rakyat.
Menurut mereka, gerakan mahasiswa tidak boleh terseret pada kepentingan pragmatis maupun manuver politik tertentu yang dapat mengaburkan tujuan utama perjuangan mahasiswa.
BEM FEB Unismuh Makassar berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat sekaligus menjadi penegasan sikap organisasi dalam menjaga independensi dan konsistensi perjuangan mahasiswa.
Pernyataan ini juga disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait posisi dan sikap resmi BEM FEB Unismuh Makassar terhadap isu yang tengah berkembang. (*)

