TANA TORAJA, RastraNews.id – Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan Nobel Indonesia menggelar kegiatan fieldtrip Mata Kuliah Genesa Bahan Galian di area pertambangan milik PT Makale Toraja Mining, Kabupaten Tana Toraja.

Kegiatan pembelajaran lapangan ini berlangsung selama tiga hari dua malam dan menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman langsung di lokasi pertambangan.

Kepala Program Studi Teknik Pertambangan Nobel Indonesia, Ir. Tri Andriani Hs. Kandora, S.T., M.T., mengatakan fieldtrip diikuti oleh 35 mahasiswa dengan pendampingan 11 asisten dan 3 dosen.

Menurutnya, kegiatan lapangan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA dengan fokus memberikan pemahaman nyata terkait kondisi geologi dan karakteristik endapan bahan galian.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana kondisi geologi dan proses pembentukan endapan mineral di lapangan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengunjungi lima stasiun pengamatan yang telah ditentukan. Pada setiap titik, mahasiswa melakukan observasi terhadap kondisi geologi, alterasi batuan, proses mineralisasi, hingga karakteristik bahan galian yang ditemukan.

Salah satu objek utama pengamatan adalah endapan tembaga sekunder. Materi ini menjadi bagian penting untuk memahami proses genesa, alterasi hidrotermal, serta pengayaan supergen yang terjadi di area penelitian.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis untuk menghubungkan teori perkuliahan dengan kondisi nyata di sektor pertambangan.

Tak hanya meningkatkan kemampuan observasi geologi dan identifikasi mineralisasi, fieldtrip juga menjadi sarana melatih kerja sama tim, penerapan keselamatan kerja lapangan, serta kemampuan analisis terhadap potensi sumber daya mineral.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa Teknik Pertambangan, khususnya pada bidang geologi pertambangan dan genesa bahan galian. []