Rastranews.id, Makassar – Langkah digitalisasi yang dilakukan Perumda Pasar Makassar Raya menarik perhatian berbagai daerah di Indonesia.

Kali ini, giliran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang bersama tujuh pemerintah daerah di wilayah kerjanya melakukan Studi Tiru ke Perumda Pasar Makassar.

Mereka datang untuk mempelajari inovasi pengelolaan pasar tradisional menuju tata kelola keuangan yang digital, efisien, dan transparan.

Kegiatan yang diawali dengan kunjungan ke Pasar Niaga Daya, pasar percontohan digital pertama di Makassar, dilanjutkan dengan sesi pemaparan oleh Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief.

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pasar tradisional tidak akan mati, selama mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Pasar tradisional itu punya keunikan yang tidak dimiliki pasar modern, mulai dari harga yang bisa ditawar, kedekatan lokasi dengan pemukiman, hingga nilai sosial yang kuat. Hal-hal inilah yang membuat pasar tradisional tetap hidup,” ujar Ali Gauli Arief, Rabu (12/11).

Lebih lanjut Ali menjelaskan bahwa transformasi digital di lingkungan Perumda Pasar bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Melalui aplikasi Sistem Informasi Aset dan Keuangan Perusahaan (SIAGA), seluruh proses pungutan jasa seperti retribusi kebersihan, keamanan, hingga sewa kios dan los kini dapat dilakukan secara non-tunai.

Digitalisasi ini, kata Ali Gauli, telah memberi dampak besar terhadap transparansi dan efisiensi.

“Kami tidak hanya mengontrol pendapatan secara real time, tetapi juga memastikan data potensi pasar sesuai dengan kondisi lapangan. Ini penting untuk mencegah kebocoran dan mempercepat pelayanan kepada pedagang,” jelasnya.