RastraNews.id, Gowa — Event unggulan Kabupaten Gowa, Beautiful Malino, resmi masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI tahun 2026.
Pencapaian ini disambut antusias Pemerintah Kabupaten Gowa sebagai momentum memperkuat kualitas penyelenggaraan sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengaku bersyukur atas terpilihnya Beautiful Malino dalam kalender event nasional tersebut.
“Kemarin, bulan lalu, saya dapat informasi bahwa kita masuk KEN. Alhamdulillah, senang sekali rasanya. Tentunya setelah pengumumannya, saya langsung mengajak teman-teman untuk berdiskusi,” ujarnya di Baruga Tinggi Mae, Sabtu (28/02/2026).
Menurutnya, status KEN menjadi pengakuan atas konsistensi Gowa dalam mengembangkan event pariwisata yang berdampak luas. Pada penyelenggaraan 2025 lalu, Beautiful Malino mencatat lonjakan pengunjung signifikan.
“Saya mengambil contoh Beautiful Malino di 2025 kemarin, pengunjungnya sangat naik. Tapi kami menambah jadwal harinya dari dua hari menjadi lima hari. Pengunjung itu sampai 115 ribu, yang sebelumnya tidak sampai 20 ribu,” jelasnya.
Meski masuk KEN 2026, Pemkab Gowa tetap menyesuaikan pelaksanaan dengan kondisi anggaran daerah yang tengah melakukan efisiensi. Husniah menegaskan tidak ingin seluruh pembiayaan bergantung pada APBD.
“Saya tidak mau semuanya tergantung kepada pemerintah. Karena keterbatasan anggaran dan keuangan daerah, efisiensi. Nah, saya membuka pintu selebar-lebarnya kepada pihak ketiga untuk bisa sama-sama menjadi sponsor di Beautiful Malino,” katanya.
Ia juga mengakui adanya penyesuaian durasi pelaksanaan, dari lima hari kemungkinan menjadi tiga hari. Namun ia memastikan kemeriahan tidak akan berkurang.
“Oh tidak (berkurang meriahnya). Semaraknya pasti akan lebih. Malah harapan saya lebih semarak dari kemarin, meskipun nanti saya kurangi waktunya,” tegasnya.
Masuknya Beautiful Malino dalam KEN 2026 juga diikuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan sebelumnya. Beberapa aspek menjadi perhatian utama, seperti kebersihan dan keamanan.
“Contohnya kebersihan. Namanya saja pusat wisata, tentu kita harus lebih maksimal di kebersihan, karena kebersihan terkait kenyamanan pengunjung. Kemudian kedua, keamanan. Itu juga menjadi poin penting supaya orang tidak was-was lagi,” ujarnya.
Selain itu, kolaborasi antar pemangku kepentingan dinilai krusial, terutama dalam mengatasi kepadatan lalu lintas menuju kawasan wisata Malino yang jalannya relatif sempit.
“Kolaborasi antara semua stakeholder itu penting. Supaya orang merasa di Malino itu lima hari bukan terasa sepuluh hari karena capek di jalan,” tambahnya. (mu)

