RastraNews.id, Palu – Program BERANI CERDAS Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai dirasakan langsung masyarakat. Program unggulan Gubernur Sulteng Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido itu memberikan dukungan biaya pendidikan mulai dari jenjang SMA/SMK/SLB hingga perguruan tinggi.

Hingga tahap awal pendataan, 23.569 mahasiswa tercatat telah menerima bantuan biaya pendidikan melalui program tersebut. Jumlah penerima diproyeksikan terus bertambah seiring perluasan kuota dan pendaftaran pada 2026.

Program BERANI CERDAS merupakan bagian dari agenda pemerintahan Anwar-Reny periode 2025-2030 untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.

Salah seorang orang tua siswa asal Kabupaten Banggai, Jemmy, mengatakan program tersebut sangat membantu keluarga yang selama ini terbebani biaya pendidikan anak.

“Jadi orang tua tidak perlu lagi berfikir biaya sekolah dan kuliah bagi anak-anaknya, khusus yang ekonominya masuk kategori desil 1, 2, 3 dan 4,” ujar Jemmy kepada media ini, Kamis (3/9/2026).

Menurut dia, bantuan pendidikan harus diikuti pengawasan agar anak-anak penerima manfaat benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar.

“Tinggal anak-anak kita dipantau, diawasi agar benar-benar fokus belajar, sehingga tidak ada lagi putra putri daerah ini putus sekolah hanya karena biaya pendidikannya terbatas,” katanya.

23.569 Mahasiswa Sudah Terjangkau

Data pemerintah daerah menunjukkan, pada 2025 sebanyak 23.569 mahasiswa telah menerima bantuan biaya kuliah dengan dukungan anggaran lebih dari Rp84 miliar.

Pada 2026, cakupan program diperluas. Tidak hanya mahasiswa S1, bantuan juga diarahkan untuk jenjang S2, S3, dokter spesialis, hingga bantuan penyelesaian studi.

Di Universitas Tadulako (Untad), misalnya, sebanyak 10.768 mahasiswa tercatat dalam hasil validasi yang diserahkan pihak kampus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng pada Januari 2026.

Sementara di UIN Datokarama Palu terdapat 2.173 mahasiswa yang telah masuk daftar tunggu pencairan.

Data dari sejumlah perguruan tinggi lainnya masih dalam proses validasi, termasuk mahasiswa Sulteng yang menempuh pendidikan di luar daerah seperti Universitas Hasanuddin dan sejumlah kampus di Pulau Jawa.

Pemprov Sulteng juga terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi untuk memperbesar cakupan penerima manfaat.

Bukan Hanya Kuliah Gratis

BERANI CERDAS tidak hanya menyasar mahasiswa. Pemerintah provinsi juga mengalokasikan dukungan pendidikan melalui BOSDA bagi siswa SMA, SMK dan SLB, baik sekolah negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Firmanza DP, menyebut program BOSDA berlaku bagi seluruh sekolah sasaran tanpa menggunakan klasifikasi desil.

“Kalau BOSDA itu untuk seluruh sekolah negeri dan swasta di Sulteng ada sekitar 453 sekolah, tidak ada pakai desil,” jelas Firmanza.

Gubernur Anwar Hafid juga menyebut bantuan pendidikan mencakup sejumlah kebutuhan siswa SMK, termasuk biaya praktik kerja industri dan uji kompetensi.

“Termasuk menanggung semua biaya prakerin dan ukom bagi siswa SMK apabila melaksanakan praktik kerja industri di mana saja, termasuk dokter spesialis,” jelas Anwar.

Anwar Pilih Bangun SDM Ketimbang Sekadar Pembangunan Fisik

Anwar Hafid menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas pemerintahannya.

Ia bahkan mengaku tidak mempermasalahkan jika pembangunan fisik tidak membuat dirinya menjadi kepala daerah yang paling populer. Baginya, investasi pendidikan memiliki dampak jangka panjang.

“Biarlah saya tidak populer dalam pembangunan, tapi yang pasti saya ingin membangun sumber daya manusia (SDM), anak-anak Sulteng dengan memberikan biaya pendidikan mulai dari tingkat SMA, SMK, SLB kategori desil 1, 2, 3 dan 4 dan untuk perguruan tinggi mulai dari S1, S2 dan S3,” ujar Anwar.

Selain pendidikan, Pemprov Sulteng mengusung BERANI SEHAT, program layanan kesehatan yang diarahkan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan menggunakan KTP Sulteng.

Jemmy menilai dua program tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah.

Ia berharap pemerintah menjaga keberlanjutan program hingga penerima manfaat menyelesaikan pendidikan.

DPRD Disebut Jadi Penopang Program

Anwar menegaskan BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT merupakan bagian dari program prioritas yang mendapat dukungan DPRD Sulteng melalui APBD.

Menurutnya, keberlangsungan program tidak lepas dari dukungan legislatif dalam pembahasan dan pengalokasian anggaran.

“Kesuksesan pelaksanaan program 9 Berani itu dua di antaranya sangat mendesak dan harus segera direalisasikan sejak awal pemerintahan kami (Anwar-Reny), adalah BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT itu karena didukung oleh teman-teman di DPRD Sulteng,” ungkapnya.

Anwar juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sulteng yang terus memberikan dukungan sekaligus kritik terhadap pelaksanaan program pemerintah.

“Kami berterima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada ketua, wakil ketua dan seluruh fraksi dan anggota DPRD Sulteng yang telah mensupport dan mengkritisi program 9 BERANI selama pemerintahan kami,” tuturnya.

Orang Tua Minta Program Berlanjut

Bagi keluarga kurang mampu, beban biaya pendidikan kerap menjadi salah satu alasan anak tidak melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi.

Karena itu, kehadiran BERANI CERDAS dinilai membuka kembali peluang bagi anak-anak daerah untuk mengejar pendidikan tinggi.

Mekanisme pencairan juga disebut relatif memudahkan penerima. Bank Sulteng memfasilitasi pembuatan rekening, sementara mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah dapat melakukan verifikasi melalui kantor Bank Sulteng dengan membawa dokumen identitas dan mengikuti proses verifikasi bersama mahasiswa.

Harapan orang tua dan mahasiswa kini mengarah pada satu hal: program tersebut tidak berhenti di tengah jalan.

Mereka berharap dukungan pemerintah dapat terus diberikan hingga mahasiswa menyelesaikan studi, sekaligus memperluas cakupan penerima agar semakin banyak anak Sulawesi Tengah memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

Pada akhirnya, BERANI CERDAS tidak hanya berbicara soal biaya kuliah. Program ini membawa pesan lebih besar: pendidikan harus menjadi jalan keluar dari keterbatasan ekonomi, bukan justru menjadi penyebab anak kehilangan kesempatan meraih masa depan.

Sementara itu, program BERANI SEHAT melengkapi agenda tersebut dari sisi pemenuhan layanan kesehatan masyarakat. Dua program ini ditempatkan Pemprov Sulteng sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kualitas manusia di daerah.

Catatan redaksional: bagian yang membandingkan BERANI CERDAS/SEHAT dengan program MBG serta penafsiran ayat Al-Qur’an saya hilangkan dari naskah utama agar berita tetap fokus, netral, dan bergaya media nasional. Jika dimasukkan, sebaiknya dibuat sebagai angle/opini terpisah, bukan dicampur dengan berita straight news.