RastraNews.id, Pangkep — Bawaslu Sulsel mulai mempersiapkan pengawasan Pemilu 2029 dengan membekali generasi muda melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Senin (18/5/2026).

Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, yang hadir sebagai pemateri utama menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukan tugas eksklusif lembaga pengawas, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan P2P kali ini didominasi peserta dari kalangan Generasi Z (Gen Z). Menurut Saiful, kelompok muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi di masa depan.

Dalam pemaparannya, Saiful membekali peserta dengan pemahaman tentang pencegahan dan identifikasi dini berbagai potensi pelanggaran pemilu, mulai dari politik uang, intimidasi, hingga tekanan terhadap pemilih.

“Kesadaran politik harus dibangun sejak dini. Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi benteng pengawasan dalam mencegah pelanggaran pemilu,” ujar Saiful.

Ia menegaskan, pengawasan yang kuat menjadi kunci menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Menurutnya, hasil pemilu yang bersih akan melahirkan pemimpin berkualitas dengan legitimasi kuat dari masyarakat.

“Hasil pemilu harus lahir dari pilihan hati nurani masyarakat, bukan karena tekanan atau iming-iming materi. Menolak politik uang adalah langkah penting menjaga kualitas demokrasi,” tambahnya. (*)