‎RASTRANEWS.ID, MAKASSAR — Anggota Komisi B DPRD Makassar, Basdir, menyoroti sulitnya masyarakat mendapatkan LPG subsidi ukuran 3 kilogram atau tabung melon dalam beberapa hari terakhir.

‎Basdir menilai kondisi tersebut semakin memberatkan masyarakat di tengah persoalan pemadaman listrik bergilir dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sebelumnya terjadi di sejumlah wilayah Makassar.
‎
‎“Sekarang listrik pemadaman bergilir, BBM langka, ini LPG lagi yang langka. Kasihan masyarakat,” ujar Basdir saat ditemui di Kantor DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani, Senin (7/9/2026).
‎
‎Menurutnya, pemerintah dan pihak terkait perlu segera menelusuri penyebab sulitnya masyarakat mendapatkan LPG 3 kilogram. Ia menduga ada kemungkinan praktik penimbunan maupun permainan spekulan yang menyebabkan barang sulit diperoleh di tingkat masyarakat.
‎
‎Basdir mengaku menerima laporan dari warga yang menyebut LPG masih tersedia apabila konsumen bersedia membayar dengan harga lebih mahal.
‎
‎“Banyak laporan dari masyarakat, katanya kalau bersedia bayar lebih ada stok. Ini aneh. Jangan sampai memang ada penimbunan dan spekulan yang bermain,” katanya.
‎
‎Ia menilai kondisi tersebut sangat merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada LPG 3 kilogram untuk menjalankan usahanya.
‎
‎Basdir pun mendesak Pemerintah Kota Makassar, khususnya Dinas Perdagangan, segera melakukan operasi pasar dengan berkoordinasi bersama Pertamina.
‎
‎“Tidak bisa dibiarkan. Saya mendesak pemerintah kota, khususnya Dinas Perdagangan, untuk melakukan operasi pasar dan berkoordinasi dengan Pertamina,” tegasnya.
‎
‎Selain persoalan LPG, Basdir juga meminta pihak terkait menelusuri penyebab antrean panjang BBM yang masih terjadi di sejumlah SPBU.
‎
‎Menurutnya, pemerintah dan Pertamina perlu mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi energi berjalan normal dan masyarakat tidak menjadi korban permainan pihak-pihak yang mencari keuntungan dari kondisi kelangkaan.
‎
‎“Kita tidak ingin masyarakat dipermainkan oleh spekulan. Harus ada upaya pemerintah bersama Pertamina untuk menelusuri persoalan ini,” ujarnya.
‎
‎Basdir mengingatkan, apabila persoalan kelangkaan energi dan kenaikan kebutuhan pokok terus berlangsung dalam waktu lama, dampaknya dapat semakin berat terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
‎
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah serius untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG kembali normal di Kota Makassar. (*)