MAKASSAR, RastraNews.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mendorong pengembangan Ayam Alope-1, galur ayam kampung unggul hasil pemuliaan genetik, sebagai salah satu inovasi yang diharapkan dapat mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan protein hewani, ketersediaan sumber daya genetik ternak yang unggul dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem pangan nasional.

Karena itu, Unhas mengembangkan Ayam Alope-1 sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas ayam kampung tanpa menghilangkan karakteristik yang disukai masyarakat.

Komitmen tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pengembangan Ayam Alope Unhas-1 Secara Terintegrasi dan Berkelanjutan” yang digelar di Ballroom Hotel Unhas & Convention, Jumat (17/7).

Kegiatan ini mempertemukan akademisi, pemerintah, dan berbagai mitra strategis guna menyusun peta jalan pengembangan Ayam Alope, mulai dari penelitian, produksi bibit, hingga hilirisasi agar dapat dimanfaatkan secara luas.

Menjawab Tantangan Produktivitas Ayam Kampung

Ayam kampung memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi salah satu sumber protein hewani favorit masyarakat Indonesia.

Namun, produktivitasnya masih tergolong rendah dibandingkan ayam ras, baik dari sisi pertumbuhan, efisiensi pakan, maupun ketersediaan bibit unggul.

Melihat kondisi tersebut, Fakultas Peternakan Unhas mengembangkan Ayam Alope-1 melalui program pemuliaan genetik.

Proses ini dilakukan dengan menyeleksi individu-individu terbaik selama beberapa generasi untuk menghasilkan galur ayam yang memiliki pertumbuhan lebih cepat, konversi pakan lebih efisien, serta mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan tropis.