Rastranews. id, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) kembali melontarkan pernyataan tegas soal penataan parkir di kota ini.
Dalam agenda penyerahan enam unit smartphone kepada juru parkir (jukir) pengguna QRIS Perumda Parkir Makassar Raya, ia menekankan perlunya pelayanan yang lebih baik, profesional, dan manusiawi.
Penyerahan perangkat tersebut berlangsung di area Pasar Baru, Jalan W.R. Supratman, Selasa (18/11/2025)
Hadir Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Ricky Satria, serta Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya Adi Rasid Ali.
Appi menjelaskan bahwa pembagian smartphone ini merupakan bagian dari pilot project digitalisasi sistem parkir yang tengah digenjot Pemerintah Kota Makassar.
“PD Parkir punya tahapan: fase 1, fase 2, dan fase 3. Targetnya, 2026–2027 seluruh titik parkir di Kota Makassar sudah full digital,” kata Appi.
Menurutnya, digitalisasi adalah langkah penting untuk meningkatkan transparansi, efektivitas, hingga kenyamanan layanan parkir.
Peralihan dari sistem manual juga akan mengurangi proses lambat seperti pengembalian uang tunai hingga pencatatan pendapatan.
“Transformasi ini tidak akan berjalan kalau tidak dimulai. Selama ini kita berada di zona nyaman dengan sistem manual. Digitalisasi memotong banyak proses,” ujarnya.
Selain efisiensi teknis, Munafri memberi penekanan khusus pada aspek pelayanan publik. Ia menyoroti sikap sebagian jukir yang dinilainya kurang ramah dan tidak profesional.
Dalam pernyataan yang langsung menyita perhatian adalah sindiran Appi kepada jukir yang tidak bekerja profesional.
“Jangan asal parkir, senyum pun susah. Kita ingin jukir melayani dengan baik, komunikatif, membangun hubungan kemanusiaan. Banyak yang datang tidak ada jukir, pulang baru muncul seperti hantu. Ini harus dibenahi.”
Ia meminta PD Parkir untuk memberikan pelatihan khusus terkait customer satisfaction dan hospitality, agar pelayanan parkir di Makassar benar-benar bisa berubah menjadi lebih modern dan manusiawi.
Selain itu, Appi menekankan pentingnya kepatuhan jukir terhadap rambu lalu lintas. Ia ingin memastikan tidak ada lagi jukir yang mengarahkan kendaraan ke titik larangan parkir.
Pemkot Makassar juga tengah mempersiapkan pembangunan building parking sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi penumpukan kendaraan di badan jalan.
Dengan dorongan digitalisasi dan penataan pelayanan seperti ini, Pemerintah Kota Makassar berharap sistem parkir kota dapat menjadi lebih tertib, transparan, dan berstandar modern. (MU)


