RastraNews.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan ajang Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 sebagai panggung promosi untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) mengatakan kehadiran puluhan diplomat dan duta besar dari berbagai negara menjadi peluang strategis untuk memperlihatkan kekuatan Kota Makassar, baik dari sisi budaya, kuliner, ekonomi, maupun investasi.

Hal itu disampaikan Appi usai menghadiri Welcome Dinner Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di kawasan bersejarah Benteng Fort Rotterdam, Selasa (23/6/2026) malam.

“Ini adalah bagian dari program kita untuk promosi Kota Makassar. Kesempatan ini terbuka melalui event gastrodiplomasi yang digagas oleh Kementerian Luar Negeri. Kita memaksimalkan apa yang kita miliki untuk diperlihatkan kepada para duta besar negara-negara sahabat dan para diplomat yang datang ke Kota Makassar,” ujar Appi.

Dalam jamuan tersebut, para delegasi disuguhi berbagai kuliner khas Sulawesi Selatan, pertunjukan seni budaya, hingga pementasan epik La Galigo yang menjadi penutup rangkaian acara malam itu.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan Makassar sebagai destinasi wisata dan budaya, tetapi juga memperkuat posisi kota ini sebagai gerbang utama Indonesia Timur yang siap menyambut berbagai peluang investasi dan kerja sama internasional.

“Ini akan memberikan ruang yang sangat baik, bukan hanya tentang mengenal Kota Makassar, tetapi bagaimana Kota Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur mempersiapkan diri menyambut berbagai bentuk investasi dan kegiatan lainnya yang bisa masuk ke kota ini,” katanya.

Politisi Partai Golkar itu berharap semakin banyak agenda internasional yang digelar di Makassar akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Sebagai tindak lanjut dari rangkaian gastrodiplomasi, Pemkot Makassar akan menggelar Business Forum yang mempertemukan para delegasi internasional dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Forum tersebut akan menghadirkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sejumlah kepala daerah, serta kalangan pengusaha untuk memperkenalkan berbagai peluang investasi yang tersedia di wilayah Sulawesi Selatan.

“Besok kita akan memastikan apa yang menjadi kebutuhan mereka dan apa yang kita miliki untuk kita ekspos kepada mereka. Mudah-mudahan tidak hanya menjadi business forum, tetapi menjadi ajang mempertemukan peluang-peluang usaha yang bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.

Appi menilai forum tersebut dapat membuka akses yang lebih luas bagi pengusaha lokal untuk menjangkau pasar internasional melalui jaringan diplomatik dan dunia usaha yang hadir.

Menurutnya, sumber daya yang dimiliki Makassar dan daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan perlu diperkenalkan secara lebih luas agar mampu menarik investasi maupun kerja sama ekonomi lintas negara.

Dari berbagai perbincangan yang dilakukan dengan para delegasi, Munafri mengungkapkan banyak di antara mereka yang baru pertama kali mengunjungi Kota Makassar.

Meski sebelumnya telah mengenal nama Makassar, pengalaman datang langsung ke kota ini memberikan kesan yang sangat positif.

“Banyak sekali di antara mereka yang baru pertama kali datang ke Kota Makassar. Mereka sering mendengar tentang Makassar, tetapi setelah datang langsung, mereka melihat Makassar berbeda dengan kota-kota lainnya dan memberikan impresi yang sangat positif,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, para tamu internasional juga memberikan apresiasi terhadap sajian kuliner yang dihidangkan selama kegiatan berlangsung.

“Beberapa yang saya ajak bicara mengatakan makanan yang disajikan sangat enak. Inilah bagian dari gastrodiplomasi yang kita lakukan. Pendekatannya melalui gastronomi, tetapi efeknya tidak hanya soal makanan. Kita bicara budaya, ekonomi, investasi, dan banyak hal lainnya,” tuturnya.

Terkait peluang investasi, Munafri mengatakan Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan sejumlah sektor strategis untuk dipresentasikan kepada para delegasi internasional.

Beberapa di antaranya meliputi pengembangan sektor pariwisata, gugusan Kepulauan Spermonde, pembangunan infrastruktur perkotaan, pengembangan kawasan industri dan pabrik, hingga kerja sama di sektor transportasi publik.

“Ada beberapa potensi yang akan kita tawarkan, seperti sektor pariwisata dengan gugusan Pulau Spermonde, pembangunan infrastruktur Kota Makassar, peluang pengembangan kawasan industri, pembangunan pabrik, serta kerja sama transportasi publik,” jelasnya. (*)