RastraNews.id, Makassar — Komitmen pemerataan pembangunan yang digaungkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (Appi-Aliyah), mulai menunjukkan hasil nyata di wilayah kepulauan.
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perhubungan telah merealisasikan pemasangan sebanyak 40 unit lampu jalan tenaga surya (solar cell) di sejumlah pulau, sebagai bentuk tindak lanjut atas aspirasi masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, mengatakan pemasangan tersebut merupakan bagian dari langkah konkret pemerintah dalam memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di daratan, tetapi juga menjangkau kawasan pesisir dan pulau.
“Ini merupakan bagian dari komitmen Bapak Wali Kota dalam memastikan pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Adapun rincian pemasangan lampu tersebut yakni 25 unit di Pulau Barrang Lompo dan 15 unit di Pulau Lanjukang. Program ini direalisasikan kurang dari satu bulan setelah permintaan warga disampaikan langsung kepada Wali Kota dalam agenda Safari Ramadan.
Menurut Rheza, penggunaan lampu berbasis tenaga surya menjadi solusi tepat bagi wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses jaringan listrik konvensional.
“Selain ramah lingkungan, lampu solar cell ini juga efektif menjawab kebutuhan penerangan, khususnya pada malam hari,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran lampu jalan tidak hanya meningkatkan visibilitas, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga pesisir.
Program ini sekaligus menegaskan pendekatan kepemimpinan yang responsif dan adaptif terhadap kebutuhan riil masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah terluar Kota Makassar.
Tak hanya fokus pada penerangan, Pemerintah Kota Makassar juga tengah menyiapkan pengoperasian transportasi laut berupa “pete-pete laut” yang direncanakan mulai beroperasi pada Mei atau Juni 2026.
Program ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi antar pulau, sekaligus memperkuat konektivitas antara wilayah daratan dan kepulauan.
Selain itu, pemerintah juga merancang pembangunan dermaga, rumah singgah bagi warga pulau di daratan, serta peningkatan insentif bagi tenaga kesehatan dan guru yang bertugas di wilayah kepulauan.
Camat Kepulauan Sangkarrang, Andi Asdhar, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah kota terhadap masyarakat kepulauan.
“Ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah. Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kami,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selain infrastruktur, kemudahan layanan administrasi kependudukan kini turut dirasakan warga, yang tidak lagi harus ke daratan untuk mengurus dokumen seperti KTP, KK, maupun akta kelahiran.
Dengan berbagai program yang terus berjalan, Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, hingga ke pulau-pulau terluar. (*)

