RastraNews.id, Luwu Timur — Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Luwu Timur, Suharman, menilai Program Kursus Intensif Bahasa Mandarin dan Inggris (MANDALISH) menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal menghadapi masuknya investasi dan perusahaan asing di daerah tersebut.

Program Mandalish merupakan program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker).

Program tersebut diperuntukkan bagi generasi muda di 128 desa dan tiga kelurahan di Luwu Timur sebagai upaya meningkatkan kemampuan bahasa asing dan kesiapan tenaga kerja lokal.

Menurut Suharman, program itu menjadi peluang besar bagi masyarakat desa untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus membuka akses kerja di perusahaan-perusahaan yang akan beroperasi di Luwu Timur.

“Dari sisi pengetahuan pasti sangat bermanfaat. Anak-anak muda yang ikut program ini tentu wawasan dan pola pikirnya akan lebih terbuka karena mereka melihat pengalaman dan lingkungan baru,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (26/05/2026).

Ia menjelaskan, Program Mandalish saat ini berjalan sebagai pilot project di 33 desa di Luwu Timur dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah dan sejumlah perusahaan.

“PMD itu lebih sebagai koordinator, menghubungkan desa dan masyarakat supaya tingkat partisipasi masyarakat bisa meningkat,” katanya.

Suharman mengungkapkan, meski desanya tidak termasuk dalam 33 desa pilot project, pihaknya tetap diberi ruang untuk mengikutsertakan warga dalam proses seleksi.

“Ada beberapa warga kami yang mendaftar, tapi seleksinya memang cukup ketat. Tes tulis dan wawancara dilakukan secara online oleh lembaga dari Kediri yang sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia mengaku belum ada warganya yang lolos pada tahap awal seleksi, namun tetap optimistis program tersebut akan memberikan dampak positif bagi generasi muda desa.

“Saya kira ada anak-anak kita yang nantinya bisa menjadi perwakilan masyarakat lokal untuk masuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang akan beroperasi di Luwu Timur,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa Program Mandalish merupakan langkah strategis menghadapi derasnya arus investasi di Luwu Timur.

“Dengan banyaknya perusahaan dan investasi yang masuk di Luwu Timur, kita membutuhkan SDM yang mampu berbahasa asing. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh anak-anak kita, bukan hanya menjadi penonton, mereka harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” ujar Irwan saat Sosialisasi dan Sinergi Dukungan Program Mandalish di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (14/4/2026).

Irwan juga mengungkapkan ke depan pemerintah daerah ingin tenaga kerja lokal mampu mengambil peran sebagai penerjemah maupun pendamping tenaga kerja asing yang masuk ke Luwu Timur.

“Ada beberapa investor yang datang menemui saya dengan membawa penerjemah dari luar daerah. Ke depan, kita ingin anak-anak lokal yang mengambil peran itu,” jelasnya.

Program Mandalish sendiri mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Luwu Timur. Pemerintah daerah bersama perusahaan disebut akan membiayai penuh peserta yang lolos seleksi. (*)