RastraNews.id, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyambut kembalinya Zullikar Tanjung sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah dalam acara ramah tamah di Hotel Santika Palu, Rabu (6/5/2026).
Dalam sambutannya, Anwar menegaskan bahwa kehadiran Zullikar bukan sekadar penugasan baru, melainkan bentuk keberlanjutan karena yang bersangkutan telah memahami kondisi daerah.
“Bukan sekadar selamat datang, tetapi selamat datang kembali. Beliau sudah sangat memahami Sulawesi Tengah,” kata Anwar.
Zullikar sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah pada awal 2025 dan sempat menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Kajati. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memahami dinamika penegakan hukum di daerah.
Anwar mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Menurut dia, kolaborasi tersebut penting untuk mendukung penegakan hukum yang transparan sekaligus menjaga kelancaran pembangunan daerah.
“Kami terbuka untuk bekerja sama, baik dalam pendampingan hukum pelaksanaan anggaran dan proyek strategis, maupun edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya supremasi hukum,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan melalui rapat rutin Forkopimda serta evaluasi program prioritas pemerintah pusat bersama kepala daerah.
Sementara itu, Zullikar Tanjung menyatakan kesiapan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan.
“Kami hadir sebagai perwakilan pemerintah pusat dan siap mendukung kebijakan Gubernur demi kemajuan Sulawesi Tengah,” ujar Zullikar.
Ia menambahkan, pendekatan penegakan hukum tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan aspek edukatif untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sekretaris Daerah Novalina, Ketua DPRD Sulawesi Tengah Moh. Arus Abdul Karim, serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi penyambutan pejabat di lingkungan Forkopimda sekaligus momentum memperkuat koordinasi antarlembaga.

