Rastranews.id, Palu — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan pesan reflektif dalam momentum Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Sabtu (21/3/2026). Di hadapan ribuan jemaah, ia mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik awal memperkuat kebersamaan, keikhlasan, dan budaya saling memaafkan.
Dalam sambutannya, Anwar menggambarkan Ramadan sebagai perjalanan spiritual yang telah usai, namun meninggalkan makna mendalam bagi umat Muslim di Sulawesi Tengah.
“Sekarang kendaraan bernama Ramadan sudah meninggalkan kita semua, dengan perasaan rindu yang mendalam,” ujarnya.
Ia menegaskan, berakhirnya Ramadan bukan sekadar penutup rangkaian ibadah, tetapi menjadi momentum refleksi terhadap kualitas keimanan dan ketakwaan yang telah dibangun selama sebulan penuh.
“Ramadan yang kita cintai telah pergi dan semoga kita semua bisa berjumpa kembali dalam keadaan sehat,” lanjutnya.

Menurut Anwar Hafid, Idulfitri bukan hanya perayaan kemenangan, tetapi juga ruang untuk memperkuat harapan agar seluruh amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT.
“Di hari yang fitri ini, semoga segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk membuka pintu maaf seluas-luasnya sebagai implementasi nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga pintu maaf terbuka lebar bagi kita semua. Selamat Hari Raya Idulfitri,” tuturnya.
Lebih jauh, Anwar menekankan bahwa momentum Idulfitri harus menjadi penguat persatuan dan solidaritas sosial, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
Pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Raya Baitul Khairaat berlangsung tertib dan khidmat. Kehadiran Gubernur di tengah masyarakat dinilai menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan rakyat, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga nilai-nilai sosial dan keagamaan di Sulawesi Tengah.

