Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan tingkat hunian hotel, menggerakkan sektor UMKM, serta memperkuat ekosistem ekonomi lokal.

Pemerintah Kota Makassar pun menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp5 miliar per event setiap bulan.

“Ini memang bukan angka yang kecil. Tapi kalau kita melihat dampaknya, insyaallah neraca ini akan seimbang. Uang yang kita keluarkan menjadi modal, dan tinggal dihitung secara akuntansi berapa selisih manfaat ekonominya,” ujarnya.

Namun demikian, Wali Kota mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesiapan seluruh perangkat daerah dalam memberikan pelayanan yang cepat dan responsif kepada para tamu yang datang ke Kota Makassar.

Lebih lanjut, mantan Bos PSM itu menegaskan bahwa visi dan misi pembangunan lima tahun ke depan bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan kompas utama dalam seluruh proses pembangunan daerah.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan bahwa visi dan misi tersebut harus terus diinternalisasi oleh seluruh jajaran pemerintah daerah dalam setiap forum, presentasi, dan pengambilan kebijakan.

“Visi dan misi ini adalah dasar kita bergerak dalam seluruh proses pembangunan selama lima tahun ke depan. Ini harus menjadi materi tetap, di mana pun kita berada,” ujar Munafri.

Menurutnya, visi tersebut dibangun untuk memperkuat komitmen bersama agar Kota Makassar dapat terus tumbuh, maju, dan memberikan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.

Secara makro, dijelaskan kinerja pembangunan Makassar menunjukkan tren positif.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Makassar tercatat sebesar 5,39 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Sulawesi Selatan.