Rastranews.id, Makassar — Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Sulawesi Selatan resmi memasuki tahap konstruksi. Total ada sembilan Sekolah Rakyat yang saat ini mulai dibangun dengan skema kontrak tahun jamak (multi years).
Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulsel, Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan, mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat dilaksanakan dalam rentang waktu 2025 hingga 2026 dengan total anggaran mencapai Rp2,3 triliun.
Sembilan Sekolah Rakyat tersebut terbagi dalam dua paket pekerjaan. Paket pertama mencakup wilayah Sidrap, Wajo, Soppeng, Tana Toraja, dan Barru. Sementara paket kedua meliputi Makassar, Takalar, Sinjai, dan Bone.
Setiap sekolah dibangun dengan anggaran bervariasi, berkisar antara Rp220 miliar hingga Rp250 miliar, menyesuaikan luas lahan yang disiapkan pemerintah daerah. Saat ini, daerah yang telah memiliki Sekolah Rakyat rintisan menjadi prioritas pembangunan.
”Adapun besar anggarannya untuk paket satu itu yang lima titik tadi itu Rp1,2 triliun, sementara yang paket dua itu Rp972 miliar,” terangnya.
Salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat berada di Jalan Pajjaiyyang, Kota Makassar. Aktivitas konstruksi di lokasi tersebut telah dimulai.
Adapun perbedaan luas lahan usulan dari masing-masing daerah berdampak pada fasilitas yang akan dibangun, termasuk sarana olahraga seperti lapangan sepak bola.
”Alhamdulillah sudah jalan semua. Benar, tergantung luas lahan yang tersedia,” ujarnya.
Diketahui Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang sebagai jalan bagi generasi muda di wilayah terpencil dan tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (MU)

