RastraNews.id, Makassar — Mundurnya Rusdi Masse Mappasessu (RMS) dari jabatan Ketua DPW Partai NasDem Sulsel  memunculkan spekulasi soal masa depan kekuatan politik NasDem di daerah.

Termasuk potensi penurunan perolehan kursi di DPR pada Pemilu Legislatif (Pileg) mendatang.

Namun, analis politik Universitas Hasanuddin (Unhas), A Ali Armunanto, menilai hengkangnya RMS belum tentu berdampak besar terhadap elektabilitas maupun kekuatan struktural Partai NasDem di Sulsel.

“Belum tentu. NasDem Sulsel saat ini sudah berkembang dengan sangat baik dan mengalami proses institusionalisasi yang kuat. Ini berimplikasi pada ketahanan struktur partai dan menguatnya jaringan pemilih NasDem,” kata Ali Armunanto.

Menurutnya, NasDem Sulsel tidak lagi bergantung pada satu figur semata. Partai besutan Surya Paloh itu dinilai telah memiliki fondasi organisasi yang solid dan tersebar hingga tingkat akar rumput.

Ali juga menyoroti keberadaan sejumlah tokoh muda potensial di tubuh NasDem Sulsel yang dinilai mampu membawa partai terus melaju ke depan.

“Kita tahu, di NasDem banyak tokoh muda yang punya kapasitas kepemimpinan. Misalnya Ketua DPRD Sulsel A. Rachmatika Dewi (Cicu) dan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, serta figur-figur lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehilangan RMS tidak serta-merta menjadi kemunduran bagi NasDem. Justru, situasi ini bisa menjadi momentum kebangkitan kepemimpinan baru di internal partai.

“Kehilangan RMS tidak berarti NasDem akan mundur. Ini bisa menjadi titik balik bagi kader-kader muda NasDem untuk menunjukkan kepemimpinannya. Mereka punya banyak talenta yang cukup potensial,” tutup Ali. (MU)