Rastranews.id, Bulukumba – Aktivitas pengerukan bukit dikeluhkan warga sekitar lokasi. Diduga tambang pasir dan bebatuan ilegal ini berada di Dusun Ponci, Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Minggu, 16 November 2025.

Irham salah satu warga Desa Polewali, mengatakan aktivitas pengerukan bukti sudah berlangsung beberapa pekan. Sehingga material hasil galian yang diangkut menggunakan truk sangat berdampak.

Ia mengungkapkan bahwa, aktivitas tersebut secara langsung mengganggu permukiman warga sekitar yang menyebabkan polusi udara hingga penguapan limpasan air campuran material dari kegiatan galian bukit tersebut.

“Yang paling parah itu kita mengeluh soal debu, ketika materialnya diangkut dengan truk. Belum lagi jalur saat melintas, banyak anak-anak. Takutnya nanti anak-anak ketabrak,” Kata Irham.

Kata dia, sebelum pengerukan bukti. Pemilik awalnya hanya melakukan perbaikan jalur lokasi. Pemilik sempat bangun jembatan sebagai akses. Lalu, kemudian beberapa pohon sekitar lokasi galian atau pengerukan ikut dibabat.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi terdapat satu alat berat eksavator yang baru saja melakukan aktivitas penggalian. Material bukit yang telah dikeruk nampak hitam. Dan yang lainnya sudah terlihat memutih.

Kepala Desa Polewali, Ambo Cenning mengaku telah meminta kepala dusunnya untuk menegur aktivitas pengerukan bukit di wilayahnya itu. Dan aktivitas itu sampai dengan hari ini belum melaporkan ke pemerintah desa setempat.

“Saya pernah minta kepala dusun Desa Polewali untuk bertemu dengan pemilik galian itu, untuk menghentikan aktivas tersebut tetapi sampai saat ini tidak juga dihentikan,” Keluh pak desa.

Ia juga menyebutkan pernah meminta pihak Tipidter Polres Bulukumba untuk menghentikan aktivitas alat berat, untuk melakukan penggalian sekaligus pengerukan bukit. Takutnya, nantinya terjadi longsor. Meski wilayah tersebut jauh dari pemukiman warga.

“Saya tegaskan tak akan memberikan ruang kepada penambang, yang akan merusak lingkungan di desa. Apalagi dengan adanya tambang itu sangat berdampak. Dulu juga anak yang meninggal karena galian,” Tegasnya. (MA)