Rastranews.id, Makassar – Terputusnya akses darat membuat jalur vital tak bisa dilalui untuk pengiriman bantuan logistik ke daerah bencana di Sumatera Barat (Sumbar). Upaya lain dengan jalur alternatif pun dilakukan.
Hal itu dilakukan TNI melalui Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol untuk percepat penanganan darurat banjir dan longsor di Sumbar.
Dengan terputusnya akses darat menuju sejumlah wilayah terdampak imbas longsor membuat personel Bekangdam XX/TIB harus menyalurkan bantuan logistik melalui jalur alternatif, yaitu perairan Danau Singkarak.
Kolonel Cba Arie Prabuadi menjelaskan pengiriman bantuan dari titik evakuasi menuju wilayah Paninggahan ditempuh melalui jalur air dengan 12 mil. Durasi perjalanan kurang lebih dua jam.
Begitu tiba di lokasi, prajurit TNI langsung mendistribusikan bantuan bagi warga dan para pengungsi yang sangat membutuhkan pasca-terisolasi akibat banjir.
“Bantuan logistik yang dikirim merupakan hasil kolaborasi Forkopimda dan Kodam XX/TIB sebagai respon cepat menghadapi keterbatasan akses serta tingginya kebutuhan masyarakat,” kata Kolonel Arie, dalam keterangan Puspen TNI dikutip Minggu, (30/11/2025).
Menurut Kolonel Arie, bantuan yang disalurkan itu mencakup berbagai kebutuhan dasar yang diperlukan untuk mendukung keberlangsungan hidup warga.
Dia menambahkan pengiriman bantuan dilakukan oleh prajutir terlatih dengan mengutamakan ketepatan dan keamanan distribusi.
Kata dia, tugas pendistribusian logistik itu diperkuat oleh empat personel TNI AD dari Bekangdam XX/TIB.
“Yang memastikan seluruh bantuan tiba aman dan tepat sasaran melalui Danau Singkarak, yang saat ini menjadi satu-satunya akses menuju wilayah terdampak,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menambahkan Kodam XX/TIB bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, dan relawan terus memantau perkembangan situasi. Selain itu, kebutuhan tambahan masyarakat juga jadi perhatian.
“Posko terpadu tetap dioperasikan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara cepat, merata, dan tepat sasaran,” kata Kolonel Arie. (MA)


