“Kami juga fokus pada pengembangan alternatif pangan bebas gluten serta hubungan antara makanan dan mikrobiota usus. Keberagaman bakteri baik di dalam usus sangat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, sehingga pangan memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan,” ujarnya.

Pendekatan Food for Health and Wellbeing kemudian menempatkan pangan dalam perspektif yang lebih luas.

Pangan tidak lagi dipandang semata-mata sebagai sumber energi dan zat gizi, tetapi juga sebagai salah satu faktor yang berperan dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup.

Konsep tersebut membuka ruang kolaborasi lintas bidang, mulai dari bioteknologi, ilmu pangan, pertanian, kesehatan, mikrobiologi, hingga teknologi analisis metabolit.

Kuliah umum di Unhas tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan penjajakan kerja sama riset dalam pengembangan pangan fungsional.

Integrasi teknologi metabolomics, bioteknologi, kekayaan biodiversitas tropis, dan inovasi pangan dinilai memiliki prospek besar untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. []