RASTRANEWS.ID, MAKASSAR – Irwan, adik kandung Siti Fatimah (57), mengungkapkan kronologi perjalanan sang kakak sebelum menjadi korban meninggal dunia dalam kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.
Irwan mengatakan Siti Fatimah berangkat dari Makassar pada 27 Juli 2026 menuju Jakarta untuk menjemput putrinya, Nurul Izza (24), yang baru menyelesaikan program magang selama sekitar satu tahun di Taiwan.
“Dia berangkat ke Jakarta menjemput anaknya yang baru pulang magang dari Taiwan. Setelah bertemu, mereka melanjutkan perjalanan ke Surabaya untuk naik kapal ke Makassar,” ujar Irwan saat ditemui dikediaman Siti Fatimah di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurutnya, Sitti Fatimah sebenarnya ingin segera kembali ke Makassar karena mengetahui terjadi kebakaran di dekat rumahnya di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo.
”Karena sebelumnya terjadi kebakaran di dekat rumah, dia buru-buru ingin pulang ke Makassar, sehingga memilih naik kapal,” katanya.
Irwan mengungkapkan, komunikasi terakhir dengan Siti Fatimah masih berlangsung melalui telepon sebelum insiden kebakaran terjadi.
Setelah kapal terbakar, keluarga belum memperoleh kepastian mengenai kondisi korban hingga akhirnya dihubungi pihak Rumah Sakit Bhayangkara yang berkoordinasi dengan rumah sakit di Surabaya untuk proses identifikasi.
”Baru dari pihak Rumah Sakit Bhayangkara yang berkoordinasi dengan rumah sakit di Surabaya meminta sidik jari untuk proses identifikasi,” ujarnya.
Sidik jari yang digunakan untuk pencocokan berasal dari salah satu anak Sitti Fatimah. Korban diketahui memiliki enam orang anak.
Irwan mengaku keluarga semakin yakin Sitti Fatimah berada di atas kapal setelah melihat rekaman video yang beredar di media sosial.
”Waktu melihat video yang beredar, kami melihat jelas kakak saya saat menoleh. Dia terlihat bersama keponakan saya yang juga berada di kapal,” katanya.
Keterangan tersebut diperkuat oleh kesaksian Nurul Izza yang berhasil selamat dari kebakaran. Menurut Irwan, keponakannya sempat didorong oleh sang ibu untuk melompat ke laut saat api membesar.
”Anaknya didorong turun ke laut. Sementara ibunya masih berada di kapal karena takut sama air,” ungkap Irwan.
Belakangan, Tim DVI Polda Jawa Timur memastikan Siti Fatimah teridentifikasi sebagai salah satu korban meninggal dunia dalam kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. (*)

