Makassar – Mal Ratu Indah (MaRI) kini menghadirkan inovasi baru berupa Reverse Vending Machine (RVM) atau Mesin Daur Ulang Plastik/Botol, mesin pintar yang memungkinkan pengunjung menukar botol dan plastik bekas menjadi saldo e-money.

Kolaborasi ini merupakan hasil kerja sama antara PT Kalla Inti Karsa (KIK) sebagai pengelola Mal Ratu Indah dan PT Bank Sulselbar melalui program tanggung jawab sosial (CSR) yang berfokus pada keberlanjutan.

Brand Communication Asisten Manager KIK, Ayudia Syulmerini Natsir mengatakan, program ini terinspirasi dari keinginan untuk menghadirkan fasilitas yang tidak hanya mendukung gerakan peduli lingkungan, tetapi juga memberi pengalaman interaktif yang bermanfaat bagi pengunjung.

“Kami ingin menjadikan MaRI bukan hanya pusat belanja, tetapi juga pusat edukasi dan aksi nyata untuk pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” katanya melalui pesan WhatsAp, Jumat (29/8/2025).

Ayu melanjutkan, program ini bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli pada pengelolaan sampah plastik, sekaligus memperkenalkan cara baru memanfaatkan teknologi untuk mendukung ekonomi sirkular.

Lewat RVM, sampah plastik tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi sebagai aset yang bisa ditukar menjadi nilai.

“Ini sejalan dengan visi green campaign kami untuk menciptakan dampak positif, bukan hanya bagi pengunjung, tetapi juga bagi lingkungan,” ujarnya.

Cara kerja mesin ini cukup sederhana. Pengunjung hanya perlu memasukkan botol plastik ke dalam mesin. Setiap botol yang berhasil dipindai akan otomatis terkonversi menjadi saldo e-money yang dapat ditransfer ke akun Bank Sulselbar atau e-wallet lain yang terintegrasi.

Inovasi ini diharapkan memudahkan masyarakat sekaligus mendorong kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Program RVM di MaRI juga diharapkan menjadi pilot project yang dapat diperluas ke area publik lain di Makassar dan sekitarnya,” kata Ayu.

Dengan target penukaran ribuan botol plastik setiap bulannya, kolaborasi ini bukan hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga menguatkan sinergi antara sektor swasta dan lembaga keuangan daerah dalam mengedukasi masyarakat.

“Kami optimistis, gerakan kecil ini bisa membawa dampak besar. Kalau setiap orang mulai dari satu botol saja, bayangkan berapa banyak sampah plastik yang bisa kita kurangi bersama,” tutup Ayu.

Erwinda Anggun, salah satu pengunjung MaRI mengatakan, kehadiran mesin RVM ini sangat menarik. Jika sebelumnya bekas botol minuman dibuang dan menjadi sampah kini bisa disetor untuk ditukar dengan emoney.

“Sebelumnya hanya dibuang, kebetulan sudah lama tidak menggunakan botol atau wadah minuman sekali pakai karena dikantor juga tidak boleh lagi, jadi selalu menggunakan tumbler. Ini menarik karena bisa mendukung gerakan peduli lingkungan,” ujarnya.(JY)