Rastranews.id, Makassar – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menambah kuota haji Sulawesi Selatan untuk musim 2026 sebesar 2.400 kursi dari sebelumnya 7.272 menjadi hampir 10.000 jamaah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo menegaskan, tidak ada pengurangan kuota.

“Penambahan ini dilakukan karena jumlah antrean haji di Sulsel jauh lebih besar dibanding wilayah Indonesia timur lainnya,” katanya usai membuka Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan I (Mandiri) di UIN Alauddin Makassar, Jumat malam (28/11/2025).

Pemerintah juga menerapkan sistem antrean tingkat provinsi, sehingga keberangkatan ditentukan oleh nomor porsi, bukan lagi domisili kabupaten/kota. Nomor porsi 1–9.400 menjadi prioritas keberangkatan tahun ini.

Perubahan sistem ini memangkas masa tunggu haji di Sulsel dari yang sebelumnya bisa mencapai 50 tahun menjadi sekitar 26 tahun, sehingga dinilai lebih adil dan mencegah manipulasi antrean.

Puji mengingatkan calon jamaah untuk memperhatikan kesehatan, karena hanya jamaah yang benar-benar mampu secara fisik yang diperbolehkan berangkat.

“Jamaah dengan kondisi sakit permanen disarankan melakukan pembatalan, atau digantikan anggota keluarga yang memenuhi syarat,”imbunya.(JY)