Rastranews.id, Bone – Harapan masyarakat terhadap pemekaran daerah Bone Selatan kini semakin dekat menjadi kenyataan.
Kabar terbaru dari parlemen menyebutkan bahwa proses pemekaran telah resmi masuk tahap prioritas nasional.
Anggota Komisi II sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Taufan Pawe, mengungkapkan bahwa Bone Selatan menjadi salah satu dari 32 daerah yang dinyatakan paling layak diprioritaskan untuk pemekaran dari total 374 usulan DOB (Daerah Otonomi Baru) di seluruh Indonesia.
“Dari 374 usulan pemekaran, alhamdulillah Komisi II dan Kemendagri sepakat bahwa Bone Selatan termasuk 32 yang paling layak diprioritaskan,” tegas Taufan Pawe dalam keterangannya di akun media sosial resminya dikutip, Kamis (27/11/2025).
Perkembangan terbaru bahkan makin menggembirakan. Menurut informasi yang diterima Taufan Pawe, dua Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait pencabutan moratorium pemekaran telah berada di meja Presiden Prabowo Subianto untuk diproses lebih lanjut.
Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemekaran Bone Selatan kini tinggal menunggu keputusan Presiden.
Taufan Pawe menjelaskan, pemekaran Bone Selatan bukan sekadar kebutuhan administrasi pemerintahan, namun akan membawa dampak ekonomi signifikan bagi wilayah Bone.
Jika pemekaran terealisasi, inflasi daerah dinilai akan lebih mudah dikendalikan, sementara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bone diproyeksikan meningkat lewat pemerataan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih dekat ke masyarakat.
“Ini bukan hanya kebutuhan administratif, tetapi kebutuhan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Dengan momentum ini, optimisme
masyarakat Bone kian menguat bahwa Bone Selatan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) tinggal menunggu waktu untuk disahkan. (MU)


