Rastranews.id, Makassar — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, menegaskan arah baru kepengurusan partai setelah kembali dipercaya memimpin banteng Kota Daeng untuk periode selanjutnya.

Anggota DPRD Kota Makassar itu menyebut kepengurusan baru kini didominasi wajah kader muda sebagai strategi menyongsong Pemilu 2030 dan merebut kembali suara akar rumput (grassroot).

“Saya bilang wajah baru karena kami ingin penyebaran, dan tentunya bukan hanya sekadar penyebaran, tetapi kami ingin melihat potensi apa yang akan dilaksanakan oleh pengurus-pengurus baru ini,” ujarnya kepada media di Ko Heng Jalan Latimojong, Kamis (27/11/2025).

Suhada mengungkapkan DPP PDI Perjuangan memberi arahan khusus untuk merekrut lebih banyak anak muda dalam struktur kepengurusan.

Semangat baru itu diharapkan mampu meningkatkan intensitas kerja politik dan membangkitkan energi organisasi menghadapi persaingan partai 2029–2030.

Sejalan dengan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Suhada memastikan strategi utama ke depan adalah kembali turun langsung ke masyarakat, memperkuat kedekatan dengan konstituen, dan bekerja bersama rakyat.

“Tujuannya, PDI Perjuangan Makassar dapat memulihkan perolehan suara, bahkan menambah kursi pada Pemilu 2030,” tegasnya.

Suhada mengingatkan pada Pemilu 2024 lalu, PDI Perjuangan Makassar kehilangan satu kursi dari enam kursi yang diraih pada 2019.

Karena itu, ia menilai konsolidasi internal dan perebutan basis suara menjadi agenda krusial yang tidak boleh disepelekan.

“Sekarang ini kita tidak boleh memandang enteng kepada partai baru. Karena setiap partai ini mengambil suara pada partai lain, dan kami pun seperti itu,” jelasnya.

Ia juga menyinggung dinamika politik internal, di mana sejumlah kader yang keluar berpotensi menarik suara PDI Perjuangan ke tempat lain.

Selain regenerasi, kepengurusan baru turut memperkuat keterwakilan perempuan. Jumlah pengurus meningkat dari 19 menjadi 21 komposisi, dengan sekira sembilan perempuan di dalamnya  melampaui ketentuan minimal keterwakilan 30 persen.

“Kami diinstruksikan dari DPP untuk meraih suara-suara muda, dan juga jangan lupa dengan keterwakilan perempuan 30 persen,” tambahnya.

Lebih jauh, Suhada menegaskan bahwa pemilih milenial dan Gen-Z akan menjadi target utama PDI Perjuangan Makassar dalam memperkuat basis suara partai jelang Pemilu 2030. (MU)