Rastranews.id, Makassar – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) melakukan pengusutan lanjutan, kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas senilai Rp60 miliar pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel Tahun Anggaran 2024.

‎Sebagai bagian dari pendalaman perkara, Tim Penyidik Pidana Khusus Kejati Sulsel melakukan penggeledahan serta penyitaan sejumlah dokumen penting di luar wilayah Sulawesi Selatan.

‎Penggeledahan itu berlangsung pada Selasa, (25/11), di Kantor PT C yang berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

‎Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel, Rachmat Supriady, memimpin langsung rangkaian kegiatan tersebut, didampingi Kepala Seksi Penyidikan dan tim penyidik lainnya.

‎“Kami bergerak cepat mengikuti jejak digital dan aliran anggaran, hingga penelusurannya membawa kami ke Kabupaten Bogor,” kata Rachmat Supriady.

‎“Penggeledahan ini dilakukan untuk memastikan seluruh bukti yang berkaitan dengan PT C sebagai salah satu penyedia dapat kami amankan, sehingga konstruksi hukum dan potensi kerugian negara dalam proyek Rp60 miliar ini semakin terang,” lanjutnya.

‎Dari lokasi tersebut, tim penyidik menyita sejumlah dokumen yang dinilai sangat relevan, antara lain: dokumen penawaran kontrak, dokumen transaksi keuangan, faktur atau invoice, surat jalan terkait pengadaan bibit.

‎Proses penggeledahan berjalan tertib dan terbuka, disaksikan oleh unsur terkait seperti staf Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Sekretaris Desa, Babinsa, dan Linmas setempat.

‎Sebelumnya, pada Jumat (21/11), penyidik juga melakukan penggeledahan dan penyitaan di tiga lokasi lain yakni, sebuah rumah di Kabupaten Gowa, Kantor Dinas TPHBun Sulsel, serta Kantor BKAD di kompleks Kantor Gubernur Sulsel.

‎Seluruh rangkaian tindakan ini merupakan bagian dari komitmen Kepala Kejati Sulsel, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, bersama jajarannya untuk mengungkap secara tuntas dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara atau daerah, termasuk dengan menelusuri pihak-pihak penyedia di luar wilayah Sulawesi Selatan.(JY)