Rastranews.id, Makassar – Upaya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kota Makassar mendapat dorongan baru melalui Program SIPAKATAU (Sinergi Pangan Lokal dan Aktivitas Fisik untuk Mencegah PTM).
Program yang digagas oleh dosen Poltekkes Kemenkes Makassar, Hijrah Asikin dan Sirajuddin, ini membantu warga Kecamatan Biringkanaya memahami pola hidup sehat berbasis pangan lokal dan kebiasaan bergerak.
Program berlangsung dari akhir September hingga awal November, melibatkan warga Kelurahan Paccerakkang dan Berua dalam rangkaian edukasi kesehatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, praktik Isi Piringku, hingga motivasi aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu.
Sebanyak 24 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias, didampingi tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Alumni Polkesmas, Puskesmas Paccerakkang, serta koordinator kader setempat.
Koordinator kader, Rahmatiah, menilai keberhasilan program ini tidak lepas dari kekompakan tim di lapangan.
“Sebagai koordinator kader, saya sangat bangga melihat semangat teman-teman dalam menjalankan program SIPAKATAU. Tantangan selalu ada, tapi dengan kerjasama dan inovasi, kita bisa memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (24/11).
Keunikan SIPAKATAU terletak pada pendekatannya yang sederhana namun efektif.
Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi diajak langsung mempraktikkan penyusunan menu sehat berbasis pangan lokal serta membiasakan aktivitas fisik harian.
Dampaknya terlihat jelas, dimana pengetahuan gizi masyarakat meningkat, pola makan membaik, dan sejumlah indikator kesehatan seperti kolesterol serta asam urat menunjukkan perbaikan dalam satu bulan.
Tingginya kasus obesitas, hipertensi, dan gangguan metabolik di Biringkanaya menjadi latar belakang lahirnya program ini.
Banyak warga sebelumnya belum menyadari bahwa perubahan kecil pada pola makan dan aktivitas fisik dapat memberi dampak besar bagi kesehatan.
Melalui pendekatan ramah dan berbasis komunitas, SIPAKATAU berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mudah diterapkan.
Dengan kolaborasi antara Poltekkes, puskesmas, kader kesehatan, serta pemerintah kelurahan, SIPAKATAU diharapkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan untuk mencegah PTM di tingkat masyarakat.
Bukan sekadar edukasi, program ini jadi langkah nyata menuju masyarakat Makassar yang lebih sehat, mandiri, dan sadar gizi. (MA)


