Rastranews.id, Makassar – Manajemen PSM Makassar mengungkapkan penyebab tim lebih sering memainkan partai kandang pada sore hari di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare.

Penyebabnya, karena harga sewa Stadion BJ Habibie jauh lebih murah jika main sore. Selain itu jadwal tiap tim di atur oleh Ileague.

Hal itu diungkapkan Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim saat menghadiri podcast Kata Abangda yang diunggah di YouTube beberapa hari lalu.

Menurutnya, harga sewa Stadion BJ Habibie, Parepare lebih mahal jika digunakan pada malam hari.

“Ada main malam ada main sore dalam pertandingan Super League. Main sore itu kan lebih murah. Kalau malam pakai lampu biaya sewa lebih mahal. Kemudian ada pengamanan,” ungkap pria yang akrab disapa Sule itu, dikutip Selasa (25/11/2025).

Sejauh ini, PSM Makassar telah memainkan enam laga kandang di Super League musim ini. Dari enam laga tersebut, hanya melawan Persija Jakarta yang dimainkan pada malam hari.

“PSM main sore bukan karena pilihan PSM sendiri, tapi jadwalnya sudah begitu dari Ileague,”beber Sule.

Namun dia mengakui laga sore hari menekan pengeluaran yang harus dikeluarkan PSM Makassar.

Mengingat dalam beberapa tahun terakhir Pasukan Ramang harus bermain di luar Makassar buntut proyek Stadion Mattoanging tidak dilanjutkan.

Saat ditanya mengenai berapa jumlah pengeluaran yang harus dikeluarkan PSM dalam sekali laga kandang, Sule engan menjawab secara rinci.

Misalnya Rp 1 miliar, Sule mengaku tak sampai ke angka tersebut. Namun, Rp 500 juta sudah hampir mendekati biaya yang dikeluarkan dalam sekali bermain di kandang.

“Kalau mungkin untuk menyelenggarakan satu pertandingan, mungkin bisa lah hampir sampai ke angka itu (Rp 500 juta). Karena kita punya pengalaman hampir mengeluarkan angka segitu waktu bermain di stadion luar. Karena kita kan sudah berkali-kali pindah stadion,” papar Sule.

Sule menjelaskan, sejak Stadion Mattoanging telah rata dengan tanah, PSM Makassar telah beberapa kali berpindah-pindah markas.

Pada tahun 2021 saat kompetisi kembali bergulir pasca Covid-19, klub-klub Liga 1 harus memainkan laga dengan sistem home turnamen.

Saat itu, PSM Makassar menggunakan Stadion di Yogyakarta dan di Bali.

Sejak saat itu, tim tertua di Indonesia ini beberapa kali pindah-pindah markas mulai dari Stadion Batakan, Stadion Madya sampai akhirnya menggunakan BJ Habibie.

“Bahkan kita pernah berkandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Itu kita melakukan pertandingan kandang karena kita tidak punya stadion,” jelas Sule.

Lebih jauh, ia berharap PSM Makassar segera memiliki stadion di Makassar.

“Ini kan PSM ulang tahun ke 110 tahun. Midah-mudahan ulang tahun ke-111, atau 112 kita kadonya stadion,” pungkas Sule. (MA)