Rastranews.id, Jakarta – Polres Metro Jakarta Selatan terus melakukan pendalaman terkait hilangnya Alvaro Kiano Nugroho. Dari hasil penelusuran jejak digital handphone, polisi mengungkap bahwa pelaku penculikan adalah ayah tiri korban yang berinisial AI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto, dalam jumpa pers di Polres Jakarta Selatan pada Senin (24/11/2025), menyampaikan bahwa penyidik mengerucut kepada satu orang terduga pelaku setelah memeriksa sejumlah saksi serta menganalisis rekam digital komunikasi.

“Penyidik melakukan pendalaman terhadap beberapa keterangan saksi, baik yang berada di TKP maupun dari keluarga dan orang dekat korban. Termasuk menganalisa rekam digital komunikasi sehingga mengerucut kepada satu orang yang diduga, dan ini sudah diamankan oleh penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar Bhudi.

Ia menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan saksi dan pencocokan alat bukti, penyidik mendapatkan keterangan dari saksi kunci yang mengarah kepada dugaan keterlibatan AI dalam hilangnya Alvaro Kiano.

Bhudi juga mengungkapkan bahwa AI kerap menunjukkan perilaku emosional dan memiliki motif dendam terhadap pihak tertentu. Hal ini diperkuat oleh temuan dalam percakapan digital AI.

“Dalam handphone terlapor ditemukan kalimat ‘Gimana caranya gue balas dendam’ yang muncul berulang kali di tengah kemarahan dan rasa sakit hati yang ia tunjukkan,” jelas Bhudi.

Dalam pemeriksaan, AI mengakui bahwa ia memiliki dorongan emosional untuk melakukan balas dendam. Tersangka mengaku menculik Alvaro dari sebuah masjid di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Saat dibawa, Alvaro menangis tanpa henti hingga akhirnya dibekap oleh pelaku dan meninggal dunia.

Alvaro sebelumnya dilaporkan hilang sejak 6 Maret 2025. Pencarian dilakukan oleh keluarga dan pihak kepolisian. Pada Minggu (23/11/2025), polisi menemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun, kepastian identitas masih menunggu hasil tes DNA.

“Kami butuh kepastian melalui pemeriksaan DNA dan Labfor. Sejauh ini baru ditemukan kerangka yang diduga merupakan Alvaro,” ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly.(JY)