Rastranews.id, Makassar — Ketua DPD PAN Makassar, Hamzah Hamid, menegaskan bahwa pemilihan Ketua RT dan RW di Kota Makassar harus berlangsung tanpa intimidasi, tanpa penghalangan, dan tanpa praktik yang merusak nilai demokrasi.

Ia mengingatkan agar semua pihak meninggalkan pola pikir kanvaser yang berpotensi menghambat hak warga untuk mencalonkan diri.

“Sudah saatnya kita tidak lagi berbicara dalam pola pikir kanvaser. Kita tidak boleh merusak nilai luhur demokrasi dengan menghalangi hak warga untuk mencalonkan diri sebagai Ketua RT maupun RW,” ujar Hamzah.

Hamzah menegaskan bahwa Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tidak pernah menginstruksikan lurah atau pihak mana pun untuk membatasi warganya mengikuti proses pencalonan.

Menurutnya, pemilihan Ketua RT dan RW merupakan pesta demokrasi yang telah dinantikan sejak masa kepemimpinan Wali Kota sebelumnya, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto.

Agenda ini, kata Hamzah, merupakan bagian dari realisasi program politik MULIA, yang membuka ruang seluas-luasnya bagi warga untuk berpartisipasi secara jujur dan transparan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak takut melapor jika ada pihak-pihak yang mengatasnamakan Wali Kota untuk menakut-nakuti atau menghalangi calon tertentu.

“Laporkan jika ada dasar yang kuat dan memenuhi ketentuan,” tegasnya.

Kepada panitia penjaringan di tingkat kelurahan, Hamzah meminta agar bekerja profesional, objektif, dan mematuhi juknis tanpa diskriminasi.

Ia mengingatkan agar proses administrasi, termasuk verifikasi ijazah, dilakukan secara teliti untuk menghindari polemik di kemudian hari.

Lebih jauh, Hamzah menekankan bahwa pemilihan Ketua RT dan RW bukan sekadar memilih pejabat administratif, tetapi mencari pemimpin akar rumput yang mampu menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan pembangunan kota.

Proses pendaftaran telah dibuka sejak 22 Novenber dan akan ditutup pada Senin (24/11/2025) pukul 12.00 Wita.

Antusiasme warga disebut sangat tinggi, menandakan bahwa demokrasi di tingkat paling bawah hidup dan dihargai.

“Ini panggung pembuktian apakah seseorang benar-benar tokoh di tengah masyarakat. Tidak perlu takut berkompetisi secara sehat. Kalau memang tokoh, masyarakat akan memilih karena kualitasnya, bukan karena mematikan lawan,” ucap Hamzah.

Ia pun menutup dengan pesan demokratis: “Maju berarti siap menang, siap kalah. Selamat berdemokrasi. Jaga Makassar, jaga Wali Kota agar semakin MULIA,” tutup pria yang juga Anggota DPRD Sulsel itu. (MU)