Rastranews.id, Palopo – Wali Kota Palopo Naili Trisal, membuka secara resmi Apel Pengukuhan dan Simulasi Kampung Siaga Bencana di Lapangan Pancasila Kota Palopo, Jumat 21 November 2025.

Kampung Siaga Bencana (KSB) merupakan suatu program pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial RI.

Di Kota Palopo, KSB merupakan yang kedua kalinya digelar setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Telluwanua.

Kali ini KSB dilaksanakan di Kecamatan Wara dan Wara Timur Kota Palopo.

“KSB ini diawali dari Tagana Masuk Sekolah, sekitar 10 Sekolah yang telah dikunjungi dimana Tagana memberikan pemahaman tentang bencana, mitigasinya terhadap anak-anak sekolah bagaimana sebenarnya potensi bencana yang akan dihadapi,”ujar Naili, dikutib Minggu (23/11).

Pengukuhan KSB Sawerigading yang berjumlah 60 orang yang terbagi dari dua kecamatan. Naili berharap setiap Kecamatan di Kota Palopo memiliki KSB.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Zulkifli, menambahkan, Kampung Siaga Bencana sangat penting mengingat wilayah Palopo sangat rentan terdampak banjir dan tanah longsor, bahkan puting beliung.

“Kesiapsiagaan adalah kunci dari keselamatan kita. KSB Sawerigading merupakan KSB ke-36 yang ada dalam wilayah Sulawesi Selatan, dimana total keseluruhan KSB se Indonesia sebanyak 1346 KSB,”ujar Zulkifli.

Menurut Zulkifli, Ini bukan hanya program melainkan gerakan besar yang memperkuat ketangguhan masyarakat di seluruh Indonesia.

“Mitigasi bencana harus kita lakukan meski hanya sederhana tetapi dampaknya besar,”ucapnya.

Direktur Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial RI, Prof. Agus Zainal Arifin, menyambut baik inisiatif Kementerian Sosial RI bersama Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Sosial Kota Palopo serta segenap elemen Taruna Siaga Bencana Kota Palopo atas penyiapan warga dalam menghadapi bencana melalui model KSB.

“Pohon tumbang, banjir, longsor serta kebakaran masih menghantui warga akibat ketidakpastian cuaca,”jelasnya.

“KSB dan Tagana Masuk Sekolah merupakan ikhtiar kita dalam membangun masyarakat yang sadar bencana, siap merespon dan berdaya dalam mitigasi,”ucap Zainal Arifin.

Adapun 3 pilar penting, yaitu pendidikan dan kesadaran warga, sistem deteksi dan respon cepat, serta kesiapan infrastruktur dan pemulihan.

Pemerintah Kota Palopo berkomitmen untuk mendorong Pembangunan yang lebih sensitif terhadap lingkungan. (MA)