Rastranews.id, Makassar – Operasi Zebra Pallawa 2025 yang berlangsung sejak 17 – 19 November mencatat hasil signifikan.

‎‎Jumlah kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Selatan menurun drastis hingga 48 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.

‎Penurunan paling mencolok terlihat pada korban meninggal dunia yang merosot 91 persen.

‎Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol Kasiman, menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa pendekatan preventif dan penegakan hukum yang lebih terukur mulai menunjukkan hasil.

‎“Data Analisa dan Evaluasi (Anev) Polda Sulsel menunjukkan, pada 2024 terjadi 84 kecelakaan, sedangkan tahun ini hanya 44 kejadian,” paparnya.

‎Ia menguraikan, korban meninggal dunia juga turun dari 11 orang menjadi hanya satu orang. Begitu pula dengan korban luka berat yang turun 50 persen, luka ringan turun 50 persen, dan kerugian material berkurang 42 persen.

‎Dalam operasi tahun ini, kegiatan preentif seperti bimbingan dan penyuluhan (Binluh) melonjak signifikan.

Binluh yang tahun lalu nihil, tahun ini mencapai 331 kegiatan. Penerangan dan penyuluhan (Pinluh) juga meningkat dari 6.866 menjadi 7.626 kegiatan.

‎Di sisi lain, Polda Sulsel mulai mengurangi penggunaan media fisik, terlihat dari penurunan penyebaran spanduk dan leaflet sebesar 29 persen.

‎Di bidang preventif, berbagai kegiatan pemantauan meningkat tajam. Ramp check yang tahun lalu tidak terlaksana, tahun ini mencapai 57 kali.

‎Pemeriksaan kelengkapan kendaraan meningkat hingga 47 kali, dan deteksi rawan kecelakaan mencapai 1.275 kali. Patroli Turjawali pun naik 32 persen.

‎Kasiman menegaskan bahwa peningkatan ini berdampak langsung pada situasi lalu lintas.

‎“Kami ingin mencegah sebelum menindak. Semakin banyak ramp check, patroli, dan deteksi rawan laka, semakin kecil peluang terjadinya kecelakaan,” katanya.

‎Meski angka kecelakaan menurun signifikan, masih terdapat satu korban jiwa yang tercatat di wilayah Polres Bantaeng.

Kasiman menyampaikan duka dan memastikan evaluasi tetap dilakukan secara menyeluruh.

‎Ia berharap tren positif ini berlanjut pada operasi-operasi berikutnya dan dapat menjadi momentum meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di masyarakat. (MA)