Rastranews.id, Makassar – Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, menegaskan bahwa terduga pelaku penembakan yang menyebabkan satu warga meninggal saat perang antarkelompok di Kecamatan Tallo, Kota Makassar telah ditangkap.
Perintah penangkapan diberikan segera setelah laporan jatuhnya korban jiwa diterima.
“Menurut laporan itu, adanya salah satu warga yang ditembak pakai senapan angin akhirnya meninggal. Dalam hal ini, kami sudah perintahkan Dirkrimum kemudian Plt. Kapolrestabes untuk tangkap pelakunya. Kita awali dulu menangkap pelaku yang menembak,” ujarnya di Mapolda Sulsel, Rabu (19/11).
Djuhandhani mengungkapkan, penangkapan dilakukan pada Selasa siang kemarin. Polisi juga mengamankan sepucuk senapan yang diduga digunakan oleh pelaku saat perang berlangsung.
“Alhamdulillah kemarin siang pelakunya sudah tertangkap, dengan barang bukti senjata yang digunakan. Sehingga bisa diproses lebih lanjut. Nanti mungkin Plt. Kapolrestabes bisa ditanya perkembangannya,” ucapnya.
Mantan Dirtipidum Bareskrim Polri itu menegaskan bahwa Polda Sulsel sejak awal telah berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya.
Ia mengatakan, akan membuat Sulsel menjadi tempat yang aman dari tidak kejahatan.
“Sesuai saat kami menjabat di Polda Sulsel, kami mencanangkan Sulsel kita jadikan tempat yang aman. Kami sepakat dengan PJU, kita jadikan tempat paling aman buat masyarakat, pebisnis, pembangunan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa aparat akan bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan.
“Dan mari sama-sama kita jadikan Sulsel tempat yang paling tidak aman bagi pelaku-pelaku kejahatan termasuk bandar narkoba dan lain sebagainya,” tukasnya.
Polisi kini melanjutkan penyidikan terhadap rangkaian peristiwa tawuran, penembakan, dan kebakaran yang terjadi di Tallo.
Pelaku penembakan telah diamankan, sementara penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil investigasi lanjutan.
Sebelumnya, situasi tawuran antar kelompok di Tallo berujung pada kebakaran yang menghanguskan sebanyak 13 rumah. Insiden kebakaran itu terjadi di Jalan Pannampu Lorong 1, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Selasa (18/11/2025) sekira pukul 12.30 Wita.
Kebakaran ini dipicu oleh perang antarkelompok yang kembali pecah di kawasan tersebut.
Kepala Dinas BPBD Kota Makassar, M Fadli Tahar, membenarkan kejadian itu dan menyebutkan bahwa api pertama kali terlihat muncul secara tiba-tiba dari salah satu rumah warga.
“Warga melihat api tiba-tiba muncul dari rumah warga sekitar pukul 12.30 Wita. Kejadian ini terjadi di area yang memang sering terjadi tawuran antarkelompok,” ujar Fadli Tahar kepada Rastranews.
Informasi yang dihimpun, diketahui perang kembali memanas setelah seorang warga bernama Nursyam alias Civas (40), warga Kampung Sapiria, tewas akibat terkena peluru senapan angin saat tawuran pada Senin malam (17/11).
Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi, membenarkan adanya korban jiwa tersebut.
“Iya ada, (ada meninggal) saat tawuran,” katanya.
Menurutnya, kematian Civas menjadi pemicu utama meningkatnya emosi massa dari kedua kubu, sehingga bentrokan kembali terjadi.
Ia pun mengimbau warga untuk menjauhi kawasan Pekuburan Beroangin demi menghindari risiko menjadi korban. (MA)


