Rastranews.id, Makassar — Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar tengah melakukan penyelidikan terkait kebakaran yang menghanguskan tujuh petak rumah di Kecamatan Tallo, Selasa (18/11).

Lokasi kejadian sebelumnya diketahui merupakan titik rawan tawuran antarkelompok.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar,
AKBP Devi Sujana, mengungkapkan bahwa tim gabungan dari berbagai unsur kepolisian telah dikerahkan untuk mengamankan lokasi kejadian.

“Saat ini kami dari Polrestabes Makassar, dari seluruh unsur, Polsek, Reskrim, Intel, Narkoba, termasuk Sabhara sudah hadir untuk mengamankan TKP,” kata Devi Sujana saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, proses pemadaman sempat terkendala akibat kerumunan massa yang memadati area kejadian.

“Banyak sekali massa di sekitar sini, sehingga kami pusatkan pengamanan agar pemadam kebakaran bisa masuk dan bekerja dengan maksimal,” terangnya.

Meski dugaan awal mengarah pada aksi tawuran sebagai pemicu kebakaran, polisi belum dapat memastikan penyebab pasti insiden ini. Unit Jatanras juga telah diturunkan untuk mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

“Kita masih melakukan penyelidikan. Anggota sudah turun semua, termasuk unit Jatanras,” imbuhnya.

Menanggapi informasi adanya korban meninggal dunia sebelum insiden kebakaran, Devi mengatakan masih dilakukan penelusuran lebih dalam.

“Itu masih kita selidiki penyebabnya. Kita kumpulkan bukti dan koordinasi dengan rumah sakit,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kawasan tersebut dikenal sebagai daerah rawan konflik kelompok.

“Polisi selalu hadir mencegah, tapi dalam proses itu sering kali mendapat perlawanan dari pihak-pihak yang terlibat tawuran,” katanya.

Bahkan, lanjut Devi, kerap kali upaya pembubaran tawuran dihambat oleh warga setempat, termasuk ibu-ibu yang menolak tindakan aparat.

Devi Sujana pun mengajak masyarakat setempat untuk berperan aktif dalam mencegah bentrokan demi menjaga keamanan lingkungan.

“Selain tidak menjadi korban, warga juga diharapkan tidak terlibat tawuran. Karena yang bisa menghentikan tawuran itu adalah kesadaran masyarakat sendiri,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami rangkaian kejadian yang memicu tawuran dan kebakaran di kawasan tersebut. (MU)