Rastranews.id, Jakarta – Pihak kepolisian melakukan rekonstruksi terhadap kasus dugaan penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN, Mohammad Ilham Pradipta (37), pada Senin (17/11/2025).

Sedikitnya 57 adegan utama diperagakan, ditambah dua adegan lain terkait penyerahan uang dan pemindahan korban. Seluruh rangkaian ini dilakukan untuk memperjelas peran masing-masing tersangka.

Dalam rekonstruksi itu, menguraikan rangkaian transaksi uang hingga Rp 220 juta yang mengalir antarpara tersangka.

Tiga transaksi penyerahan dana diperagakan ulang untuk memastikan keterlibatan masing-masing pelaku dalam peristiwa tersebut.

Rekonstruksi ini menjadi bagian dari pendalaman penyidikan yang sebelumnya telah mengungkap puluhan adegan lain terkait penculikan, pemindahan korban, hingga temuan jasad di Bekasi.

Transaksi pertama diperagakan oleh tersangka DH yang memberikan uang Rp 30 juta kepada tersangka JJ pada 18 Agustus 2025.

Pertemuan berlangsung di sebuah minimarket di Kota Wisata Cibubur, dan turut disaksikan tersangka AS serta N, seorang prajurit Kopassus TNI berpangkat Sersan Kepala (Serka). DH mengambil uang dari mesin ATM sebelum menyerahkannya kepada JJ.

“Dan kemudian Hartono menyerahkan uang kepada Joko sebesar Rp 30 juta sebagai dana operasional pekerjaan penculikan,” jelas penyidik yang membacakan isi berita acara rekonstruksi.

Transaksi kedua melibatkan uang Rp 145 juta, diserahkan JJ kepada N di dalam mobil. Dana tersebut kemudian diteruskan N bersama rekan sesama prajurit Kopassus, FY, kepada tersangka lain, Eras cs.

Transaksi ketiga direkonstruksi melalui penyerahan uang Rp 45 juta dari prajurit Kopassus berpangkat Kopral Dua (Kopda) FH kepada Eras. FH menyebutkan bahwa dana itu diberikan setelah eksekusi terhadap korban selesai dilakukan.

“Feri menyerahkan uang Rp 45 juta ke Erasmus sebagai imbalan melakukan pekerjaan penculikan terhadap korban,” kata penyidik.

Uang tersebut kemudian dibagikan Eras kepada rekan-rekan yang terlibat dalam penculikan. Total uang dalam tiga kali transaksi tersebut mencapai Rp 220 juta.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah merilis hasil penyidikan terkait kematian Ilham, pada Selasa (16/9/2025).

Korban ditemukan tewas di area persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB.

Saat ditemukan, tangan dan kaki korban dalam keadaan terikat, mata tertutup lakban, dan tubuh dipenuhi luka lebam.

Penyidik mengungkap bahwa Ilham sebelumnya diculik di area parkir Lotte Mart Pasar Rebo, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025) sore.

Sebanyak 18 orang diduga terlibat dalam penculikan dan kematian tersebut, terdiri dari 16 warga sipil dan dua prajurit TNI dari satuan Kopassus. Salah satu tersangka sipil berinisial EG alias B (30) masih buron.

15 tersangka sipil lain yang berhasil diamankan yakni, Candy alias Ken (41), Dwi Hartono (40), AAM alias A (38), JP (40), Erasmus Wawo (27), REH (23), JRS (35), AT (29), EWB (43), MU (44) dan DSD (44).

Kemudian, Wiranto (38), Eka Wahyu (20), Rohmat Sukur (40), dan AS (25). Dua prajurit Kopassus yang terlibat adalah Serka N (48) dan Kopda FH (32).(JY)