Rastranews.id, Makassar – CEO PSM Makassar Sadikin Aksa mengatakan masalah yang baru saja dialami tim adalah hal normal.
Ia menilai, seluruh klub di berbagai belahan dunia pernah merasakan hal serupa.
Tim sepakbola profesioanl tertua di Indonesia itu memang memulai kompetisi Super League 2025-2026 dengan berbagai cobaan.
Pertama, FIFA menjatuhkan sanksi larangan transfer kepada PSM buntut gaji Wiljan Pluim belum dibayar.
Perkara ini cukup serius mengingat PSM tak bisa memainkan pemain yang baru direkrut di laga pembuka Super League.
Tak lama berselang, isu masalah gaji yang belum dibayar manajemen kepada pelatih sebelumnya, Bernardo Tavares mencuat.
Dua masalah ini, membawa PSM Makassar menelan rentetan hasil kurang baik dalam beberapa laga.
Baru di pekan 7 Super League, Juku Eja akhirnya bisa merasakan tiga poin pertama.
Namun, kondisi tim belum sepenuhnya membaik setelah Tavares memilih mundur pada 1 Oktober.
Tercatat, sampai pekan 11 Super League PSM baru memainkan 9 laga dengan hasil 2 kali kalah, 6 kali imbang dan sekali menang.


