Rastranews.id, Makassar— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada 11-20 November 2025.

Berdasarkan prediksi cuaca wilayah Sulawesi Selatan, Kota Makassar bersama Kabupaten Gowa masuk dalam kategori Siaga, sementara sejumlah daerah lain seperti Maros, Pangkep, Jeneponto, Bantaeng, Parepare, Soppeng, Barru, Takalar, Sinjai, Bulukumba, Luwu Utara, dan Luwu Timur berada pada level waspada.

Kepala BPBD Kota Makassar, M. Fadli, meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan mengingat potensi hujan lebat disertai angin kencang dapat terjadi sewaktu-waktu dan berisiko menimbulkan banjir maupun dampak lain.

Menurutnya, cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan cukup signifikan sehingga masyarakat perlu mengantisipasi segala kemungkinan.

“Kami mengimbau seluruh warga Makassar untuk tetap waspada. Potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan cukup tinggi, sehingga penting bagi masyarakat untuk mengantisipasi segala kemungkinan,” ujar M. Fadli.

Fadli menjelaskan bahwa selain risiko banjir, hujan deras dan angin kencang juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang, baliho roboh, genangan tinggi, hingga korsleting listrik.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, atau tiang listrik saat hujan dan angin kencang.

Warga juga diminta memeriksa kondisi rumah, terutama bagian atap, genteng, dan talang air agar tetap kokoh saat cuaca buruk berlangsung.

Dokumen penting seperti ijazah, sertifikat tanah, dan surat berharga lainnya disarankan untuk diamankan di tempat yang aman dan mudah dijangkau.

Lebih lanjut, Fadli mengingatkan pentingnya menyiapkan Tas Siaga Bencana sebagai langkah antisipatif.

Tas tersebut berisi kebutuhan dasar yang dapat digunakan saat kondisi darurat, termasuk masker, hand sanitizer, dokumen penting, pakaian ganti untuk tiga hari, perlengkapan mandi, ponsel, powerbank, uang tunai, obat-obatan, dan perlengkapan P3K.

Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat sangat berpengaruh dalam meminimalkan dampak bencana, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem yang tidak menentu.

Dalam situasi darurat, warga diimbau segera menghubungi Call Center 112 untuk mendapatkan bantuan cepat dari petugas. (MU)