Rastranews.id, Jakarta – Direktur eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto memberikan sentilan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Menurutnya, aksi blusukan yang selama ini marak di media sosial sebenarnya tidak ada kaitannya dengan kerja-kerja sebagai Gubernur.

Hari menyebut semua aktivitas blusukan yang selama ini dilakukan Dedi Mulyadi hanya untuk memenuhi kebutuhan konsen di akun media sosialnya semata.

“Blusukan yang dilakukan hanya untuk memenuhi agenda medsos, bukan konsep kerja sebagai Gubernur Jabar,” kata Hari dalam keterangannya, Sabtu (25/10/2025).

Sejauh ini, ia memandang bahwa kesibukan Dedi Mulyadi adalah untuk membangun personal branding.

Ia menduga bahwa ada agenda besar yang sedang diincar oleh tokoh asal Purwakarta tersebut untuk jangka panjang, sehingga ia sangat perlu untuk memberikan asupan konten di media sosial dan menjadi media daring.

Hal ini juga disampaikan Hari Purwanto untuk merespons polemik antara Dedi Mulyadi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal perdebatan dana daerah Pemprov Jawa Barat hingga Rp4,1 Triliun yang mengendap di Bank.

Ditambah lagi soal konten Dedi Mulyadi yang mendatangi lokasi pengemasan air mineral Aqua dia Subang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Di mana salah satunya adalah soal klaim air Aqua yang dikemas bukan berasal dari mata air pegunungan, melainkan dari air yang disedot dari bawah tanah alias sumur bor.

Akhirnya polemik sumber air tersebut diklarifikasi oleh Dedi bahwa itu berasal dari mata air.

“Dia sedang membangun branding agar tetap dalam peredaran sesuai harapan dan kemauan oligarki di belakangnya,” ujarnya.