Rastranews.id, Balikpapan – Bencana angin kencang melanda sejumlah wilayah yang ada di Indonesia selama beberapa hari terakhir ini, bahkan hingga menyebabkan korban jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, kondisi angin kencang salah satunya terjadi di Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Hujan deras dan angin kencang menyebabkan satu rumah roboh pada Minggu (19/10).
“Kejadian ini menewaskan dua penghuni rumah dan melukai dua lainnya,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (21/10).
Abdul menjelaskan, korban Nurlela (43) dan Amanda (15) ditemukan meninggal dunia, sementara Indriani Saila (18) dan Inna Maulina (8) luka berat dan dirawat intensif di RSKD Dr. Kanujoso Djatiwibowo.
Petugas gabungan pun telah melakukan evakuasi korban terdampak, koordinasi dan upaya pembersihan material puing-puing rumah roboh dengan kecamatan dan kelurahan setempat.
Beralih ke wilayah Provinsi Jawa Barat. Kejadian angin kencang juga terjadi di Desa Cijujung, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Setidaknya ada 10 Kepala Keluarga (KK) terdampak kejadian ini. Sebagian besar kondisi rumah rusak ringan diterjang angin kencang pada bagian atap.
“Warga secara mandiri melakukan perbaikan kerusakan rumahnya masing-masing. Tidak ada laporan korban jiwa atas kejadian ini,” ujarnya.
Fenomena angin kencang juga terjadi di Desa Kragan dan Desa Wonosari Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada Sabtu (18/10).
Bencana itu menyebabkan setidaknya sebanyak 13 unit rumah rusak ringan, satu fasilitas pendidikan dan satu fasilitas ibadah juga terdampak.
Petugas juga menerima laporan adanya pohon tumbang menimpa rumah warga.
“Petugas berhasil melakukan evakuasi material pohon tumbang di rumah warga,” tukasnya.
Laporan angin kencang terakhir diterima dari wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
Angin kencang melanda dua desa di Kabupaten Luwu Timur, tepatnya Desa Kalosi dan Desa Libukang Mandiri, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur.
Kejadian ini mengakibatkan 38 unit rumah warga, 1 masjid dan 1 pura mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding akibat terbawa angin.
Merespon banyaknya laporan kejadian angin kencang beberapa hari terakhir, Abdul mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Langkah-langkah kesiapsiagaan bisa dilakukan dengan memangkas pohon yang sudah rapuh, periksa kekuatan bangunan, siapkan tas siaga bencana yang berisi peralatan bertahan hidup selama tiga hari, hingga selalu memantau prakiraan cuaca dari sumber yang kredibel,” imbaunya.
“Saat angin kencang dan hujan deras melanda, prioritaskan keselamatan diri dan keluarga, tetap di ruangan yang kokoh, jauhi jendela dan hindari area yang rawan roboh. Apabila sedang di perjalanan, segera kurangi kecepatan, menepi ke tempat yang aman dan jauhi berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau tiang listrik,” sambungnya. (MA)


