Rastranews.id, Makassar – Guna memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan darurat kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Provinsi Sulawesi Selatan, memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman antara Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar dan Kabupaten Maros.
Kesepakatan kolaborasi ini ditandatangani di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (9/9/2025). Kerja sama ini difokuskan untuk memperkuat koordinasi penanganan kebakaran dan kedaruratan lainnya di wilayah lintas batas, yang selama ini sering menjadi kendala operasional.
Penandatanganan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan Damkar Makassar, Jamaluddin, dan Damkar Maros, Baso.
Acara ini disaksikan langsung oleh Kepala Bidang Linmas dan Damkar Satpol PP Provinsi Sulsel, Fahlevi, serta didukung kehadiran mitra strategis dari sektor swasta, yaitu Direktur PT Makassar Metro Network, Syauki, dan Direktur PT Makassar Airport Network, Saiful.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pertukaran data dan informasi kebakaran, koordinasi operasi darurat di wilayah perbatasan, serta dukungan sarana dan prasarana.
Yang menarik, kolaborasi ini juga melibatkan dukungan swasta berupa akses jalur tol untuk mempermudah mobilitas armada pemadam.
Fahlevi, Kepala Bidang Linmas dan Damkar Satpol PP Provinsi Sulsel, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan arahan langsung Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang menekankan pentingnya sinergi lintas daerah untuk keselamatan masyarakat.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Sinergi antara Makassar dan Maros ini sejalan dengan upaya Pemprov memperkuat ketangguhan daerah, khususnya di kawasan perbatasan yang memiliki aktivitas ekonomi dan mobilitas penduduk yang sangat padat,” tegas Fahlevi.
Lebih lanjut, Fahlevi menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Dengan mobilitas tinggi di sekitar bandara dan jalur tol, koordinasi yang solid mutlak diperlukan, terutama untuk menjangkau titik-titik rawan seperti kawasan Pate’ne yang sulit diakses oleh Damkar Maros,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Damkar Kota Makassar, Jamaluddin, menyambut positif kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi akan sangat mempercepat respons dan efektivitas penanganan kebakaran.
“Dukungan teknologi dan jaringan dari mitra swasta akan sangat membantu dalam memperkuat sistem komunikasi dan distribusi logistik pada saat keadaan darurat,” ujar Jamaluddin.
Dengan adanya kesepakatan ini, masyarakat di perbatasan Makassar-Maros dapat merasakan perlindungan yang lebih baik berkat respons kebakaran yang lebih cepat dan terintegrasi.
Risiko kerugian baik jiwa maupun harta benda akibat kebakaran diproyeksikan dapat berkurang secara signifikan. Warga yang beraktivitas di kawasan bandara, jalur tol, dan kawasan industri juga akan merasakan peningkatan rasa aman.
Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat sistem manajemen bencana tetapi juga memposisikan Pemprov Sulsel sebagai fasilitator efektif yang mendukung tata kelola pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap isu strategis keselamatan publik. (HL)


