Makassar – Demo yang berujung anarkis dari pagi hingga malam di Kota Makassar berujung duka. Sebanyak 4 orang dilaporkan meninggal duni.
Korban tewas akibat terjebak saat massa membakar gedung DPRD Kota Makassar, Jumat (29/8) malam.
Hingga Sabtu (30/8) dinihari, api masih berkobar di gedung DPRD Kota Makassar dan proses pemadaman terus berlangsung oleh tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar.
“Ada 4 orang meninggal,” ucap Kepala Bappeda Kota Makassar, Dahyal saat dikonfirmasi.
Dia menjelaskan bahwa korban pertama adalah Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah Makassar bernama Syaiful, yang hadir untuk mengikuti rapat paripurna menggantikan posisi Camat Ujung Tanah, Amanda Syahwaldi.
Korban kedua adalah seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bernama Budi, dia meninggal akibat lompat dari lantai 4 gedung DPRD saat terjadi kebakaran.
Sementara korban ketiga berhasil dievakuasi oleh personel Damkar saat proses pemadaman api berlangsung. Seorang wanita bernama Sarina, yang merupakan staf pendamping anggota dewan Andi Tendri Uji, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan terjebak di dalam gedung.
“Satu mayat terjebak, perempuan atas nama Sarina, staf pendamping anggota dewan Andi Tendri Uji,” terang Dahyal.
Satu jenazah lainnya bernama Ubay, yang merupakan fotografer DPRD Kota Makassar, dia meninggal usai terjebak dalam gedung saat terjadi kebakaran.
Selain membakar gedung, massa juga membakar kendaraan, baik itu mobil atau motor yang terparkir di dalam halaman DPRD Kota Makassar.
2. Ubay, Fotografer DPRD Kota Makassar. terjebak, ditemukan tewas terbakar
3. Sarina, ajudan anggota DPRD Kota Makassar Andi Tenri Uji (PDIP), terjebak ditemukan hangus terbakar setelah api padam.
4. Budi, anggota Satpol PP, lompat dari lantai 4 saat kebakaran terjadi. (MA)