Makassar – Aksi unjuk rasa ratusan massa di depan Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan, semakin memanas pada Jumat (29/8/2025) malam.
Pantauan di lapangan, sejumlah massa berpakaian serba hitam meninggalkan titik aksi utama lalu berjalan sekitar satu kilometer menuju Pos Lalu Lintas (Lantas) di pertigaan Jalan Sultan Alauddin–Jalan AP Pettarani.
Sesampainya di lokasi, massa melakukan perusakan hingga membakar pos polisi tersebut.
Api besar tampak membubung tinggi dan hingga pukul 20.53 Wita kobaran api masih menyala tanpa ada upaya pemadaman.
“Banyak sekali tadi datang, langsung dibakar ini pos. Tidak ada orang di dalam (kosong),” ujar seorang warga bernama Erni kepada wartawan.
Sementara itu, massa aksi masih bertahan di depan kampus UNM. Arus lalu lintas di Jalan AP Pettarani pun lumpuh total.
Gelombang demonstrasi tak hanya terjadi di sekitar UNM. Aksi serupa juga berlangsung di depan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Jalan Urip Sumoharjo, kawasan Fly Over Makassar, serta depan Universitas Hasanuddin (Unhas) di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Dalam orasinya, mahasiswa menuntut agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya karena dinilai gagal memimpin institusi kepolisian.
“Kami meminta agar Kapolri dicopot. Sudah terlalu banyak pelanggaran yang terjadi selama dia menjabat,” teriak salah seorang orator.
Diketahui, gelombang aksi demonstrasi mulai marak sejak Senin (25/8/2025).
Aksi ini dipicu kekecewaan publik terkait kabar kenaikan tunjangan anggota DPR RI di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai kian sulit.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat aparat keamanan melakukan pengamanan di lokasi aksi. (MA)