Rastranews.id, Aceh – Sebanyak Sembilan kabupaten/kota di Aceh kini ditetapkan sebagai daerah berstatus darurat bencana hidrometeorologi atau bencana banjir, Kamis (27/11/2025).

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fadmi Ridwan mengatakan, penetapan status tersebut dikeluarkan oleh masing-masing kepala daerah berdasarkan kondisi terkini yang melanda wilayah setempat.

“Kabupaten yang telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi yaitu Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Singkil, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat,” kata Fadmi dalam keterangan, Kamis, (27/11/2025).

Sementara itu, surat Menteri Dalam Negeri(Mendagri) Nomor 300.2.8/9333/SJ tanggal 18 November 2025, Bupati dan Wali Kota seluruh Aceh telah diinstruksikan untuk siap siaga potensi bencana hidrometeorologi.

Sementara itu, surat Menteri Dalam Negeri(Mendagri) Nomor 300.2.8/9333/SJ tanggal 18 November 2025, Bupati dan Wali Kota seluruh Aceh telah diinstruksikan untuk siap siaga potensi bencana hidrometeorologi.

Tindakan yang harus dilakukan Pemerintah:

1. Aktifkan posko darurat darurat BPBD
2. Membantu masyarakat
3. Siapkan Logistik darurat
4. Aktifkan layanan kesehatan darurat
5. Pantau data cuaca dan debit air Sungai
6. Koordinasi dengan Lembaga terkait
7. Lakukan kaji cepat di daerah yang terdampak dan tetapkan status tanggap darurat
Tindakan yang harus dilakukan Masyarakat:
1. Segera evakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi
2. Matikan listrik, gas dan kompor sebelum evakuasi.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk segera melakukan pertolongan cepat, pendataan jumlah korban, dan kerugian serta memberikan kebutuhan dasar korban terdampak bencana sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang berlaku.

BPBA terus melakukan koordinasi dengan BPBD di berbagai wilayah serta memastikan langkah-langkah penanganan darurat berjalan optimal.

BPBA mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah bergerak, dan longsor, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi.

Mitigasi sederhana seperti membersihkan saluran udara, menghindari lereng saat hujan, serta menyatukan informasi dari BMKG dan BPBD setempat menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko bencana. (MA)