RastraNews.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar mempercepat proses seleksi calon kepala puskesmas guna mengakhiri status pelaksana tugas (Plt) yang selama ini mendominasi jabatan tersebut.
Sekretaris Daerah Makassar, A Zulkifly Nanda, mengatakan seleksi ini merupakan arahan langsung Wali Kota Munafri Arifuddin agar seluruh kepala puskesmas segera berstatus definitif.
“Pak Wali ingin kepala puskesmas definitif, supaya tanggung jawab dan kewenangannya jelas, serta kinerja lebih optimal,” ujarnya di Balaikota Makassar, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, tahapan seleksi telah memasuki tes wawancara yang digelar pada Selasa (7/4). Sebelumnya, peserta juga mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari pemetaan potensi ASN.
Sebanyak 84 peserta mengikuti seleksi, dengan jumlah pewawancara sebanyak empat orang. Dari total tersebut, nantinya akan dipilih untuk mengisi sekitar 47 posisi kepala puskesmas di Kota Makassar.
“Materi wawancara mencakup perencanaan program, pelayanan kesehatan, integritas, pengelolaan keuangan, hingga inovasi,” jelasnya.
Menurut Zulkifly, aspek manajerial juga menjadi perhatian utama, termasuk kemampuan menyerap aspirasi masyarakat melalui Musrenbang dan pokok-pokok pikiran DPRD.
Hasil seleksi saat ini masih dalam tahap penghitungan nilai dan akan dirapatkan bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
“Targetnya dalam satu minggu ini sudah dirampungkan, kemudian hasilnya diserahkan ke Wali Kota,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkot Makassar juga berencana menyelaraskan penetapan kepala puskesmas dengan pengukuhan kepala sekolah agar lebih efisien dari sisi waktu dan administrasi.
Saat ini, mayoritas kepala puskesmas di Makassar masih berstatus Plt. Karena itu, penetapan pejabat definitif dinilai penting untuk memperkuat layanan kesehatan.
“Kalau sudah definitif, tanggung jawabnya jelas, beban kerja juga jelas, sehingga pelayanan ke masyarakat bisa lebih maksimal,” jelasnya.
Zulkifly juga mengungkapkan bahwa pelantikan Kepala Puskemas nantinya kemungkinan dilaksanakan bersama dengan pengukuhan Kepala Sekolah.
“Tapi itu baru perencanaan, mudah-mudahan bisa bersamaan secepatnya kita kukuhkan,” tutupnya. (mu)

