RastraNews.id, Luwu Timur — Program beasiswa Kartu Lutim Pintar yang digagas Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menjangkau ribuan mahasiswa sejak mulai dijalankan pada 2025.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Luwu Timur, Amran Akmal, mengungkapkan bahwa jumlah penerima beasiswa pada tahun pertama pelaksanaan program ini mencapai sekitar 7 ribu mahasiswa.
“Kalau tidak salah, kurang lebih 7 ribu orang yang kami bayarkan di 2025 kemarin,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (17/4/2026).
Menurut Amran, jumlah pendaftar sebenarnya mencapai lebih dari 9 ribu orang. Namun, tidak seluruhnya lolos karena sebagian belum memenuhi atau melengkapi persyaratan administrasi.
“Itu yang mendaftar 9 ribu lebih, tapi yang lolos itu 7 ribu. Artinya, ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi. Kadang juga adik-adik mahasiswa tidak bisa lengkapi,” jelasnya.
Program ini memberikan bantuan sebesar Rp3 juta per mahasiswa setiap semester dan disalurkan langsung ke rekening penerima.
Amran menegaskan, beasiswa ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu. Seluruh mahasiswa asal Luwu Timur yang memenuhi ketentuan dalam peraturan bupati (Perbup) berhak menerima bantuan, tanpa melihat lokasi kampus.
“Jadi semua mahasiswa Luwu Timur yang sesuai aturan, di mana pun dia berkuliah, itu insya Allah akan dibayarkan,” katanya.
Meski demikian, penerima tidak diperkenankan menerima beasiswa ganda. Mahasiswa yang telah mendapatkan bantuan dari kampus harus memilih salah satu sumber beasiswa.
“Kalau di kampusnya diberikan juga beasiswa, dia harus memilih. Apakah dari pemerintah daerah atau dari kampus,” tambahnya.
Ia menyebut, kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah penerima, karena ada mahasiswa yang akhirnya memilih beasiswa dari kampus.
Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa penerima beasiswa yang telah ditetapkan akan terus mendapatkan bantuan hingga menyelesaikan studi, selama tidak ada perubahan kebijakan.
Namun, bagi mahasiswa yang sebelumnya tidak terdata akibat kendala administrasi, masih diberikan kesempatan untuk melengkapi persyaratan pada semester berikutnya.
“Kalau kemarin tidak terdata, misalnya karena datanya tidak masuk, maka tidak terima di semester itu. Tapi bisa dilengkapi di semester berikutnya, baru terima lagi,” pungkasnya. (*)

