RastraNews.id, Palu — Pengibaran Sang Saka Merah Putih dalam Upacara Detik-detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah berlangsung khidmat, Senin (17/8/2026).

Di balik prosesi tersebut, terdapat 69 putra-putri terbaik dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah yang mendapat amanah sebagai Paskibraka Provinsi Sulawesi Tengah 2026.

Mereka menjadi bagian penting dalam upacara yang dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid sebagai Inspektur Upacara di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Para Paskibraka bertugas dalam formasi Pasukan 17 dengan sandi “Pasukan Nusa”.

Salah satu anggota yang mendapat tugas penting adalah Zevana Queenza dari SMA Negeri 1 Kota Palu. Ia dipercaya membawa baki bendera dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih.

Sementara posisi Komandan Peleton 17 dipercayakan kepada Rizky Anugerah Togan dari SMA Negeri 1 Banawa, Kabupaten Donggala.

Adapun Komandan Peleton 8 dijabat Ketut Mardiawan dari SMA Negeri Model Terpadu Kota Palu.

Untuk tugas pengibaran, posisi penarik bendera dipercayakan kepada M. Ridho Setiawan dari Madrasah Aliyah Negeri Banggai, sedangkan petugas pembentang bendera adalah Muhammad Zain dari SMA Negeri 2 Kota Palu.

Bukan Sekadar Mengibarkan Bendera

Tugas para Paskibraka tersebut bukan sekadar menjalankan prosesi pengibaran bendera.

Mereka membawa amanah untuk menjaga kehormatan Sang Merah Putih sekaligus merepresentasikan generasi muda dari berbagai wilayah Sulawesi Tengah.

Selama prosesi berlangsung, seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan penuh disiplin hingga Sang Merah Putih berkibar sempurna di hadapan peserta upacara.

Setelah pengibaran selesai, upacara dilanjutkan dengan hening cipta untuk mengenang jasa para pahlawan.

Pembacaan Pancasila dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah. Sementara teks Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Sulawesi Tengah Arus Abdul Karim.

Doa untuk bangsa dan daerah kemudian dipimpin Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah Junaidin.

Dari 13 Daerah untuk Satu Merah Putih

Kehadiran Paskibraka dari 13 kabupaten/kota menjadi gambaran keberagaman Sulawesi Tengah yang disatukan dalam satu tugas dan satu bendera.

Dari Donggala, Palu, Banggai hingga daerah lainnya, para putra-putri terpilih tersebut berdiri dalam satu formasi untuk menjalankan amanah pada momentum bersejarah bagi bangsa.

Bagi mereka, pengibaran Merah Putih pada 17 Agustus bukan sekadar tugas seremonial, melainkan pengalaman yang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup.

Satu bendera, satu barisan, dan satu amanah: menjaga Merah Putih tetap berkibar sebagai simbol persatuan Sulawesi Tengah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.