RastraNews.id, Makassar – Kebakaran kembali melanda kawasan permukiman padat di Kota Makassar. Enam rumah semi permanen di Jalan Toddopuli 15, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Sulawesi Selatan, ludes dilalap api pada Selasa (11/8/2026) sore.

Kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya. Material rumah yang didominasi kayu serta hembusan angin membuat api semakin sulit dikendalikan.

Warga yang panik berhamburan keluar rumah. Sebagian berusaha menyelamatkan barang berharga, sementara lainnya membantu petugas pemadam kebakaran mengendalikan api agar tidak merembet lebih jauh.

Kebakaran diduga pertama kali terjadi di salah satu rumah yang digunakan sebagai tempat kos. Dalam waktu singkat, api menjalar ke lima rumah lain yang berdiri saling berdekatan.

Akses sempit menjadi tantangan utama petugas. Mobil pemadam tidak dapat langsung mendekati titik api sehingga petugas harus menarik selang hingga puluhan meter untuk menjangkau lokasi kebakaran.

Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Setelah berjibaku sekitar 30 menit, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api dan mencegahnya meluas ke bangunan lain.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan dugaan awal kebakaran dipicu korsleting listrik.

“Dugaan sementara akibat korsleting listrik. Kami masih melakukan penanganan dan memastikan kondisi di lokasi aman,” ujar Fadli.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar.

Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

DAMKAR INGATKAN WARGA WASPADA MUSIM PANAS

Fadli mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat cuaca panas. Menurutnya, kondisi panas dapat membuat material mudah terbakar sehingga api lebih cepat membesar dan merambat.

Ia meminta warga memeriksa instalasi listrik secara berkala serta tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada di musim panas. Periksa instalasi listrik secara berkala, jangan menggunakan sambungan listrik secara berlebihan, dan pastikan peralatan elektronik sudah dimatikan ketika meninggalkan rumah,” kata Fadli.

Ia juga meminta warga segera melapor apabila melihat tanda-tanda kebakaran.

“Kalau terjadi kebakaran, jangan menunggu api membesar. Segera hubungi petugas pemadam agar kami bisa bergerak cepat. Kecepatan laporan sangat menentukan untuk mencegah api merembet ke bangunan lainnya,” tegasnya.

Fadli turut mengingatkan warga yang tinggal di kawasan padat agar memastikan akses jalan lingkungan tidak terhalang.

Menurutnya, jarak rumah yang berdekatan ditambah akses yang sempit dapat menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api sekaligus menyulitkan proses pemadaman.

Peristiwa di Toddopuli 15 kembali menjadi peringatan bahwa kewaspadaan warga dan kecepatan petugas sangat menentukan ketika kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat.