Rastranews.id, Makassar – Menjelang pemilihan serentak RT/RW di Kota Makassar, Rabu 3 Desember 2025, Polrestabes Makassar menyiapkan pengamanan ketat di seluruh wilayah, termasuk di sejumlah titik rawan yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengatakan jajaran Forkopimda telah menggelar rapat koordinasi bersama Wali Kota Makassar, Dandim, Kapolres Pelabuhan, dan Kesbangpol.
Hasil pantauan sementara menunjukkan situasi masih kondusif, namun sejumlah TPS memerlukan perhatian khusus.
“Ada beberapa TPS yang memang harus kami tempatkan anggota, juga personel dari TNI, termasuk juga dari Pak Wali Kota (Satpol PP), untuk menjaga keberlangsungannya besok supaya tetap aman dan lancar,” jelas Arya di Balai Kota, Selasa (2/12/2025).
Selain TPS dengan potensi kerumunan karena banyaknya calon, polisi juga mengawasi lokasi-lokasi yang justru minim pemilih atau hanya diisi pejabat (PJ) setempat.
Arya menyebut kedua kondisi tersebut memiliki risiko berbeda dan perlu mitigasi sejak awal.
Ia menambahkan bahwa pihaknya turut mengantisipasi isu-isu yang berkembang di media sosial, termasuk potensi ketegangan apabila terdapat calon yang tidak menerima hasil pemilihan.
“Inilah yang kami mitigasi semua agar nanti tidak menjadi besar. Supaya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Arya menyebut pemetaan titik rawan telah dilakukan di seluruh kecamatan.
Meskipun tidak ada lokasi spesifik yang disebutkan, ia memastikan setiap kecamatan dan kelurahan memiliki potensi kerawanan tersendiri sehingga polisi menempatkan personel siaga di lapangan.
“Rata-rata di setiap kecamatan dan kelurahan itu ada (potensi kerawanan). Jadi kami akan tempatkan anggota di sana untuk mengantisipasi,” katanya.
Khusus wilayah yang memiliki riwayat perang kelompok, seperti Sapiria dan Borta, pengamanan dilakukan lebih intensif.
“Kami masih menempatkan anggota, baik dari kepolisian, TNI, maupun Brimob. Kami juga mengantisipasi agar tidak ada isu-isu yang memprovokasi atau pihak-pihak yang memanfaatkan situasi tersebut,” terang Kapolrestabes.
Pos-pos pengamanan di kawasan tersebut tetap dijaga, ditambah personel dari Balai Kota untuk memastikan proses pencoblosan berjalan aman.
Adapun untuk mendukung pengamanan, Polrestabes Makassar menurunkan sekitar 400 personel.
Tambahan kekuatan juga akan diminta dari Polda Sulsel sebanyak 1 – 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK).
“Nanti juga dari Pak Dandim akan menurunkan personelnya memantau di beberapa tempat, memantau secara bersama-sama,” ungkap Arya.
Arya pun mengimbau masyarakat agar menaati aturan selama proses pemilihan serta menjaga situasi kondusif.
“Siapapun yang menang dan yang kalah mari kita dukung. Kalau sudah sesuai prosedurnya, jangan lagi ada konflik,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim 1408/Makassar, Letkol Kav. Ino Dwi Setyo Darmawan, menegaskan kesiapan TNI untuk mendukung pengamanan bersama Polri dan Satpol PP.
“Kami akan mencakup titik-titik yang sekiranya diperlukan bantuan lebih dan potensi ada ancaman yang diperkirakan mengganggu jalannya pemilihan,” katanya. (MA)

