RastraNews.id, Makassar — Antusiasme peserta terhadap Makassar Half Marathon (MHM) 2026 terus membludak. Hingga awal Mei, sebanyak 11 ribu slot peserta telah terisi dari total 12 ribu kuota yang disiapkan panitia.

Event lari terbesar di kawasan timur Indonesia itu dijadwalkan berlangsung akhir Mei 2026 dan diproyeksikan menghadirkan hingga 20 ribu pendatang ke Kota Makassar, termasuk peserta, keluarga, dan tim pendamping.

Peserta mancanegara dari Amerika, Afrika, Jerman hingga Jepang dipastikan ikut ambil bagian dalam ajang yang kini dikenal sebagai “Lebaran Para Pelari” di Indonesia Timur tersebut.

Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, MHM 2026 terus memperkuat posisinya sebagai ikon sport tourism Kota Makassar sekaligus penggerak ekonomi daerah.

Penyelenggara MHM, Arief Rachman Nur, mengatakan pelaksanaan tahun ini tetap mengedepankan standar internasional demi menjaga keamanan dan kenyamanan peserta.

Seluruh racecourse telah mendapatkan sertifikasi resmi PB PASI dengan sistem pengukuran waktu digital, manajemen racecourse profesional, hingga dukungan layanan medis lengkap di sepanjang lintasan lomba.

“Dukungan pemerintah merupakan stimulus strategis agar MHM dapat mempertahankan standar keselamatan tertinggi. Sinergi antara kontribusi publik dan dukungan kebijakan ini sangat krusial dalam mewujudkan event yang tidak hanya kompetitif secara global, namun juga aman bagi seluruh partisipan,” ujar Arief dalam jumpa pers yang digelar di salah satu kafe di Jalan Onta Makassar, Sabtu (9/5/2026).

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan event tersebut.

Kepala Dispora Makassar, Syamsul Bahri, menilai MHM membawa dampak besar terhadap sektor ekonomi Kota Makassar.

“Kehadiran para pelari memberikan dampak langsung pada tingkat keterisian hotel, sektor transportasi, hingga pelaku UMKM kuliner di Makassar. Ini adalah wujud nyata bagaimana kegiatan olahraga mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kota,” katanya.

Dengan rata-rata pengeluaran peserta mencapai Rp580 ribu hingga Rp2 juta per hari dan durasi kunjungan sekitar tiga malam, perputaran uang selama pelaksanaan MHM 2026 diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Selain sektor pariwisata dan perhotelan, event ini juga membuka lapangan kerja harian bagi masyarakat lokal serta memperkuat citra Makassar sebagai destinasi sport tourism nasional.

Tahun ini, MHM menghadirkan inovasi baru bertajuk “Triple Medals Challenges” yang diikuti sekitar 500 pelari. Panitia juga fokus pada kategori Half Marathon dan 10K, sementara kategori 5K dikemas sebagai shake out run menjelang hari lomba.

Penyelenggara lainnya, Ki Harry Ramadhan, menegaskan MHM bukan sekadar lomba lari, tetapi bagian dari upaya membangun identitas baru Kota Makassar di tingkat nasional maupun internasional.

“MHM adalah komitmen kami untuk memberikan kontribusi nyata bagi Makassar. Kami ingin membuktikan bahwa kota ini siap menjadi tuan rumah profesional yang mampu menginspirasi gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan roda ekonomi,” ujarnya. (mu)