RastraNews.id, Palu – Penerbangan perdana China Southern Airlines rute Guangzhou–Palu mendapat sambutan positif. Sebanyak 176 penumpang tercatat mengisi penerbangan perdana maskapai asal Tiongkok itu saat mendarat di Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Selasa (11/8/2026).
Pesawat disambut Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., melalui prosesi water salute yang menandai resmi beroperasinya konektivitas penerbangan langsung pulang-pergi Palu–Guangzhou.
Dari kapasitas sekitar 200 kursi, tingkat keterisian penerbangan perdana mencapai 176 penumpang. Tingginya animo tersebut menjadi sinyal awal bahwa rute internasional tersebut memiliki pasar yang cukup menjanjikan.
Namun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak ingin berhenti pada seremoni pembukaan. Tantangan berikutnya adalah memastikan tingkat keterisian penumpang tetap tinggi sehingga rute dapat bertahan dan frekuensinya ditambah.
Wagub Reny meminta seluruh pemangku kepentingan, khususnya Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan, memperkuat promosi rute Palu–Guangzhou.

“Promosi ini jangan berhenti di sini. Mari kita bersama-sama mempromosikan penerbangan ini supaya tingkat keterisiannya terus penuh,” tegas Reny.
Menurutnya, konsistensi jumlah penumpang menjadi salah satu kunci keberlanjutan rute internasional tersebut. Pemprov Sulteng bahkan memproyeksikan frekuensi penerbangan Palu–Guangzhou dapat meningkat menjadi dua kali sepekan mulai September mendatang.
Reny mengatakan pembukaan rute ini juga memangkas waktu dan biaya perjalanan masyarakat Sulawesi Tengah menuju Guangzhou. Sebelumnya, penumpang dari Palu harus transit terlebih dahulu di Jakarta dan tidak jarang harus menginap sebelum melanjutkan perjalanan ke Tiongkok.
“Dulu kalau mau ke Guangzhou harus ke Jakarta dulu, bahkan harus menginap. Sekarang kita bisa langsung dari Palu. Ini luar biasa,” ujarnya.
Pemprov Sulteng berharap masyarakat memanfaatkan konektivitas baru tersebut, baik untuk kebutuhan bisnis, perdagangan, pendidikan, pariwisata maupun perjalanan lainnya.
Reny menegaskan keberlanjutan rute tidak hanya bergantung pada maskapai, tetapi juga kemampuan daerah menciptakan permintaan perjalanan melalui promosi dan pengembangan potensi ekonomi.
“Kalau kita ingin dikenal, kita harus memiliki bandara internasional dan penerbangan internasional yang aktif,” katanya.
Dengan tingkat keterisian 176 penumpang pada penerbangan perdana, Pemprov Sulteng kini menghadapi pekerjaan berikutnya: menjaga agar kursi pesawat tetap terisi dan konektivitas Palu–Guangzhou tidak berhenti sebagai sekadar rute perdana.
Dengan begitu, penerbangan langsung ini diharapkan berkembang dari penerbangan perdana menjadi jalur udara reguler yang mampu memperkuat mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses Sulawesi Tengah ke pasar Asia.

